Saturday, February 06, 2010

Saya dan SBY


Jika di tanya apa hubungan antara saya dan SBY, maka jawabannya ya sederhana saja, antara presiden dan presidennya. Tidak lebih dan tidak kurang. Persoalan bahwa saya tidak memilih SBY atau demokrat dalam pemilu kemaren adalah hal lain. Saya tetap menerima kenyataan bahwa merekalah yang memenangkan pemilu dan menduduki jabatan eksekutif tertinggi di negeri ini. Seperti halnya rapat, saya akan melaksanakan hasil rapat meskipun ide saya ditolak mentah-mentah.


SBY menjadi menarik untuk saya tulis karena adanya situs facebook. Ya, facebook yang anda buka ini, seakan membuka relasi antara saya dan pria kelahiran Pacitan tersebut. ..... Relasi, kayaknya bukan kata yang tepat dech, karena saya juga tidak kenal secara pribadi. Klo saya menuliskan kata interaksi, kayaknya juga kurang tepat, setahu saya SBY tidak mempunyai account, apalagi untuk berteman di situs facebook. Jadi kata apa yang tepat menggambarkan hubungan antara SBY dan saya ???


Yang jelas ada beberapa kali status saya menulis tentang SBY atau demokrat. Dalam Tahun 2010 saja, setidaknya telah tercatat 5 status :


  • SBY punya facebook gak ya? Klo punya, tolong pak presiden baca notes saya yang berjudul "Antara saya, bunda dan prita?" dan jawab pertanyaan rakyatmu ini. (14 januari)

  • dikutip dari notesku "Kampanye Award" Anggota Tim Sukses terburuk : SBY, poltak.... ngomong kacau, suka menyela, berteriak2, satu lagi gak camera face (17 januari)

  • buat lembaga survey yang merilis tingkat kepuasan, saya kok gak pernah disurvey sich... jangan-jangan lembaga ini cuman terima orderan, kayak tukang sablon. mo nulis 70% atau berapa tergantung yang order.... huuuhhh!!! (28 januari)

  • Soeharto mencitrakan pembangunan. SBY membangun pencitraan. Menurutmu, apa bedanya gak sih ??? (28 januari)

  • Presiden itu pemimpin atau tukang ngeluh (5 februari)

Bahkan sebuah tulisan berjudul “Antara Bunda, Prita dan Saya” yang saya upload pada 2 Januari juga mencatut status “Gimana nasib Anggodo yah ? Kok SBY tidak menuntut Anggodo, padahal jelas-jelas namanya dicatut seperti yang kita dengar di sidang MK. Masak SBY kalah sama RS Omni, perkebunan kakao dan pemilik semangka”



Lalu apa menariknya status saya di atas ? Mungkin pertanyaan bisa dijawab oleh para teman yang mengomentari status dan notes di atas. Mungkin anda termasuk salah satu di antaranya…..
Jika pertanyaan kemudian diajukan kepada saya, sesunggunya jawabannya adalah sederhana saya…. Inilah bentuk demokrasi yang bisa saja jalankan…. Bukankah dalam demokrasi, dijamin adanya kebebasan mengeluarkan pendapat.



Dalam dunia yang semakin canggih dan sempit ini, kehadiran facebook menjadi begitu real dalam membangun sebuah interaksi politik dan demokrasi menjadi lebih mudah untuk saya pahami. Interaksi politik bukan semata-mata persoalan pilihan koalisi atau oposisi serta bagi-bagi kursi di kabinet. Begitu juga demokrasi harus dipahami dari sekadar pemilu yang hanya berlangsung lima tahun sekali itu.



Jika demokrasi diartikan sebagai pemerintahan oleh, dari, dan untuk rakyat; maka facebook adalah “sarana teraktual dan terinteraktif” untuk mewujudkan pemerintahan tersebut. Melalui facebook, saya, anda dan semua member (yang tentunya sebagai rakyat indonesia) dapat memberikan pendapatnya mengenai negeri ini, tentang lembaga politik (Presidennya, DPR), tentang aneka satwa (cicak, buaya, bangsat, gurita, kerbau) atau tentang rumor politik sehar-hari. Dan saya percaya 100%, apapun pendapat anda, inilah bagian dari demokrasi.



Facebook menjadi sebuah institusi yang bisa saya percaya untuk menyalurkan pendapat saya, bisa melalui banyak hal, mulai dari status, notes, groups, hingga pages. Bahkan komentar juga dapat diartikan sebagai sebuah pendapat sang facebooker terhadap wacana yang dilemparkan oleh facebooker lainnya. Kita pun bisa melihat pilihan politik seorang teman melalui berbagai group yang ia ikuti, apakah ia ikut group “SBY lanjutkan” groups “SBY tuntaskan century” atau groups “Mosi tidak percaya pada SBY”



Saya sudah tidak percaya dengan partai politik, ketika partai hanya aktif saat pemilu atau kongres, munas atawa muktamar. Kantor partaipun selalu tampak sepi-sepi aja klo tak ada agenda. Begitu juga saya tak kenal mereka yang duduk di parlemen. Mereka cuma saya lihat fotonya bertebaran memenuhi ruang publik dan menjadi sampah visual saat kampanye berlangsung, selain itu mana ada mereka mengajak saya dalam acara penyaluran aspirasi rakyat (duch… redaksionalnya itu). Begitu juga dengan pemilu yang hanya memilih seseorang berkuasa tanpa pernah ada kontrol, kecuali jangan dipilih kembali 5 tahun mendatang.



Beruntunglah…. Di tengah ketidakpercayaan saya pada pemilu, partai politik hingga lembaga politik….. saya masih bisa (belajar) berdemokrasi melalui facebook. Saya belajar untuk menyalurkan pendapat saya sebagai rakyat melalui status. Saya memimpikan pemerintahan yang lebih baik seperti yang saya tulis melalui notes. Saya menyatakan “koalisi” atau “opposisi” atas pendapat facebooker lainnya melalui comment.



Jadi tunggu saja tahun depan…. Saya akan mendirikan Partai Facebook Indonesia… wakakakakakkaka.

Sunday, January 24, 2010

Kanan Kiri Oke

" Coba tangan satunya di keyboard, satunya pegang mouse "

Kalimat tersebut saya tujukan pada anak PKL, seorang siswi SMK yang tengah magang di kantor beberapa minggu silam. Kedatangan anak PKL bagi saya pribadi sangat-sangat menguntungkan, setidaknya meringankan beban kerja yang terlihat sederhana seperti foto kopi, mengantar surat, dan sebagainya. Bahkan beberapa kali saya meminta mereka untuk melakukan pekerjaan yang lebih "menantang", mengetik surat di komputer... perlu saya tegaskan memakai komputer, karena di kantor saya, mesin ketik manual masih kerap digunakan.

Kata-kata di atas saya lontarkan saat mereka masih mengunakan satu tangan saat berhadapan komputer. Saat mengetik mereka hanya mengunakan tangan kanan, saat mengunakan perintah format huruf dan sebagainya tangan kanan mereka berpindah dari papan tetulis ke tetikus. (bener gak ya ejaannnya gini ???). Saya tidak menyalahkan mereka, para anak PKL yang baru pertama kali beradaptasi di dunia kerja. Namun saya merasa lebih gregetan... seharusnya tugas saya lebih cepat selesai jika mereka mampu mengoperasikan komputer dengan dua tangan sekaligus.

Tentang mengunakan dua tangan, tangan kiri di keyboard dan tangan kanan di mouse sebenarnya saya pelajari juga dari seorang teman Jodhi, beberapa tahun silam. Dari ia lah saya belajar bagaimana mengunakan dua tangan dalam mengoperasionalkan komputer. Ia adalah designer di sebuah biro iklan lokal di kota Jogja; dimana saya pada saat yang sama saya diberi job desc sebagai copywriter dan wartawan.

Saya melihat bagaimana Jodhi mampu mengedit sebuah foto atau melayout sebuah iklan dengan lebih cepat dengan dua tangan yang aktif. Tangan kiri di keyboard ia gunakan untuk perintah keyboard shortcut dan tangan kanan digunakan untuk mengedit sebuah obyek, layer atau seleksi dalam aplikasi CorelDraw atau Photoshop.

Ternyata bukan hanya dalam aplikasi grafis, penerapan dalam Microsoft Office, seperti Word pun menjadi saya lebih cepat untuk mengetik maupun mempercantik tampilan tulisan. Begitu juga saat kita menerapkan berbagai perintah keyboard shortcut dalam Windows Operating System.

Setelah melontarkan kalimat di atas dan memberi sedikit contoh kepada anak PKL ..... saya lantas berpikir ada apa dengan tangan kiri ?

Mengapa tangan kiri jarang sekali kita gunakan ? Apakah makan dengan dua tangan, sendok dan garpu membuat waktu makan kita lebih pendek ? Saat merokok, bersisir, menyapu atau kegiatan apapun dengan tangan kanan, sedang apakah tangan kiri ? Mengapa guru SD tidak membebaskan kita untuk menulis dengan tangan kiri ?

Saya lantas teringat Leonardo di Caprio.... Eh, bukan Leonardo yang jadi Jack Dawson dalam Titanic, tetapi Leonardo da Vinci.... Konon ia bisa menggambar dengan memakai tangan kanan dan menulis dengan tangan kiri..... Adakah orang lain seperti dia yang mampu melakukan hal serupa ? Entahlah, mungkin anda mau mencoba ??

Antara Bunda, Prita dan Saya.

"Hati-hati klo nulis di internet atau facebook, meski Prita mendapat banyak dukungan, hidupnya gak tenang juga" (Bunda, beberapa minggu lalu)

Kalimat di atas diucapkan Bunda saat Prita masih menghadapi tuntutan ganti rugi sebesar 204 juta. Kini cerita lain lagi, Prita dinyatakan tidak bersalah oleh majelis hakim, walau tampaknya jaksa penuntut umum tengah berpikir untuk banding.

Bunda saya memang tidak mengenal secara pribadi dengan Prita. Beliau adalah orang awam di bidang hukum dan internet. Hanya sekali beliau "meneggok" facebook untuk melihat foto-foto keponakan di situs jejaring itu. Jadi kalimat di atas seakan menjadi nasehat bagi saya untuk berhati-hati dalam mengungkapkan ekspresi di dunia maya.

Sebagai nasehat orang tua ke anaknya, tentunya saya menyimak baik-baik. Saya tak tidak mau jadi anak durhaka ala Malin Kundang. Saya pun tidak membantah atau mengeluarkan sejumlah jurus argumen. Hanya berkata lirih "ya, bunda" hehehhehe

Namun tidak untuk tulisan ini, bukan karena saya lain di bibir lain di hati lho (walahhh!!). Bagi saya menulis status di fesbuk adalah sebuah ekspresi, sebuah penyampaian pendapat ke publik melalui situs yang didirikan oleh seorang pemuda yahudi (walahhhh lagi). Begitu juga dengan bentuk email, ia adalah sebuah sarana komunikasi. Apapun itu content di dalamnya.

Begitu juga dengan kasus Prita. Email Prita seharusnya dipahami secara sederhana saja, bahwa ada seorang warna negara (atau konsumen) yang hanya ingin mengutarakan pendapatnya terhadap Rumah Sakit Omni Internasional. Dan kita semua tahu bahwa isi email tersebut menyatakan kekecewaan terhadap pelayanan (dokter) rumah sakit tersebut. Pihak RS OMNI seharus memahami email Prita secara sederhana pula, sebagai sebuah kritik dari pasiennya. Simple kan. Klo kritik itu kemudian dijadikan bahan masukan untuk memperbaikan kinerja, maka pihak RS Omni sendiri lah yang diuntungkan dengan kritik tersebut.

Sekarang lihatlah RS OMNI di dunia maya, komentar miring pun bermunculan mengenai rumah sakit ini. Seorang netter menyatakan klo pun ia sekarat tidak akan masuk ke RS tersebut. Bahkan ketika RS OMNI mendapat award di dunia marketing, orangpun lantas mencibir. Bahkan banyak orang yang mempertanyakan kata "internasional" pada rumah sakit yang (ternyata) tidak ada hubungan afiliasi manapun RS manapun di luar negeri. Mungkin kita juga perlu tahu apakah sejak kasus Prita mencuat, omzet, eh kunjungan pasien melorot tajam atau tidak.

Kasus Prita pun seolah menjadi sebuah pertanyaan besar.... kenapa upaya kritik (atau menyampaikan pendapat) justru dikenakan tuduhan pencemaran nama baik. Bahkan ketika hukum mengacu pada UU ITE, sanksi yang diberikan justru lebih besar dari KUHP. Padahal kita tau semua bahwa KUHP merupakan produk belanda pada masa kolonial. Kini setelah merdeka, Pemerintah justru mengeluarkan perundang-undangan yang lebih kejam dari bangsa penjajah itu.

Mengaitkan ke ranah IT dan hukum, UU ITE justru semakin membelenggu warga negara dalam menyampaian pendapat di jaman yang sudah global ini. Ini jaman internet bung, jaman keterbukaan kenapa juga semua dikekang ? Para akademisi dan jurnalis pun ramai-ramai menolaj UU ITE. Justru pekerja entertaiment yang justru menggugat Luna Maya dengan UU ini... maaf, saya tidak berkenan menyebut pekerja infotaiment sebagai jurnalis, karena infotaiment tidak mempunyai nilai berita apapun bagi saya.

Bahkan ketika demam facebook pun, kebebasan menyampaikan pendapat sudah terbuka luas. Simplenya, hanya dengan menulis status, kita sudah menyampaikan pendapat kita secara terbuka ke seluruh dunia, sedetik setelah kita klik tombol update status. Maka upaya pengekangan pendapat individu melalui pasal pencemaran nama baik justru menimbulkan lawakan tak bermutu. Repot amat negara ngurusin hal-hal semacam ini.

Kembali ke soal kritik sosial.... maka ingatan saya kembali pada sebuah status beberapa minggu lalu " Gimana nasib Anggodo yah ? Kok SBY tidak menuntut Anggodo, padahal jelas-jelas namanya dicatut seperti yang kita dengar di sidang MK. Masak SBY kalah sama RS Omni, perkebunan kakao dan pemilik semangga " ..... (kurang lebih sich, detailnya sama males buka profil fb).

Inilah bentuk kritik saya pada negara ini, bukan saja pada Anggodo dan SBY, tetapi juga rasa keadilan di republik yang sejak jaman saya SD didengung-dengungkan sebagai negara hukum. Sekali lagi inilah kritik saya seorang warga negara biasa. Saya bukan aktivis yang melakukan aksi-aksi jalanan, saya bukan akademisi yang mengajarkan etika di bangku kuliah, atai pengamat yang bersuara lantang di media... Jadi inilah bentuk kritik saya pada pemerintahan saat ini.

Dan semua ini bukanlah pencemaran nama baik, buat apa saya mencemarkan nama mereka, gak ada untungnya sama sekali buat saya. Jika ada pihak-pihak yang merasa tercemar nama baiknya karena status saya (dan tulisan ini) tolong, sekali lagi tolong gunakan akal sehat Anda.... itupun klo masih ada.

Rockin'>>>!
rio_nisafa

tulisan dan resolusi 2010.

Tahun 2007 lalu, saya mempunyai memasang target untuk membuat tulisan setiap minggunya.... namun ternyata tak sampai 52 tulisan yang saya hasilkan... 2010 ???

Berbicara mengenai pergantian tahun tidak akan afdol jika tidak disertai dengan sebuah resolusi untuk tahun depan. Sebuah target yang dipancangkan dalam-dalam agar (semoga) dapat terlaksana. Target tahunan tersebut juga seakan menjadi lecutan semangat untuk menghadapi perjalanan waktu. Lebih dari itu, resolusi tahunan juga akan terlihat seberapa progres yang telah kita capai dan hendak kita raih.

Mengenai dunia menulis, jauh sebelum tahun 2007 pun, saya memang pernah membuat tulisan. Soal kualitas dan kuantitas, saya tak akan menilai. biarlah pembaca (termasuk anda!) yang menilai tulisan saya. Namun setidaknya respon berupa comment di notes fesbuk, blog, hingga reply di email cukup menjadi bukti bahwa tulisan saya juga dibaca oleh sejumlah teman. Oya tulisan saya tersebar di http://www.rio-nisafa.blogspot.com, http://www.facebook.com/rio.nisafa, serta http://www.geocities.com/rio_nisafa yang telah tutup itu. Ada beberapa yang tidak diupload karena awalnya tulisan itu "hanya" berupa komentar atas tulisan teman yang ternyata terdiri atas sekian paragrap.

Namun sekali lagi, sejumlah tulisan di blog tersebut tidak memenuhi target saya untuk menulis setiap minggunya. Bahkan dalam waktu 3 tahun sekalipun (2007, 2008, dan 2009), jumlah tulisan yang saya hanya sekitar 45an.. (ini hanya hitungan sekilas dari harddisk)... ini berarti dalam kurun waktu 3 tahunpun, saya gagal memenuhi janji pribadi itu.

Lalu tulisan ini hadir (seakan) untuk mempertanyakan kembali target 2007 ? masihkan target itu berlaku untuk tahun 2010 ? mo naikin target menjadi 3 hari sekali menghasilkan tulisan, ataukah malah turun sebulan sekali.. ?

sebuah pertanyaan yang belum bisa saya jawab meski tahun baru datang dua hari lagi.

Sang Peramal

" kadang aku mikir, rio ki iso "membaca trenmasa depan", je... bener ra? "

Comment di atas ditulis oleh seorang sahabat saya, Nur Hidayanto pada sebuah foto di album Facebook saya. Tepatnya bukan foto tapi gambar cover "Serial Roy dan Joko" yang telah saya unggah pada akhir Nopember 2009. Komik itu sendiri merupakan bentuk lain dari serial Roy dan Joko yang lebih banyak menggambil bentuk narasi. Cerita lengkap mereka berdua pernah saya unggah di situs geocities. Namun sayang pada Oktober 2009, situs ini ditutup oleh Yahoo!

Cak Nur, begitu sapaan kami, temen-temen kuliah di Komunikasi UGM pada sosok aktivis kampus biru pada masanya. Bagi saya pribadi, ia merupakan sosok yang nyaman sebagai teman diskusi, baik selama kuliah maupun sesudahnya. Meski tak banyak intensitas diskusi yang kami lakukan, namun tak mengurangi keintiman obrolan kita berdua, mulai dari ranah komunikasi, politik, sosial hingga agama.

Membaca komentar di atas menginggatkan saya bahwa ia pernah menyatakan hal yang sama, meski secara lisan... Pertanyaan saya buat diri saya sendiri "benarkan saya bisa membaca trend masa depan ?" atau lebih sederhana "bisakah saya meramal?"

Pertanyaan di atas memang seolah sederhana, namun tidak untuk jawabannya. Saya bukan seorang dukun yang bisa membaca tanda-tanda mistik. Saya bukan futurolog yang menyimpulan sesuatu di masa depan melalui kecendrungan trend masa. Saya bukanlah ekonom yang mampu berhitung statistik dan . Saya juga bukan seorang entrepeneur yang mampu membaca peluang ekonomis di masa depan.... Dan saya juga bukan orang alim yang diberi isyarat oleh Sang Pencipta. Saya hanya manusia yang tengah belajar saja... itu saja.

Seingat saya, ada beberapa tulisan saya yang terbukti "benar" di masa depan, beberapa kurun waktu setelah saya mengunggah tulisan saya di blog, situs personal maupun notes di facebook. Kata benar perlu saya kasih tanda kutip, karena benar menurut versi saya sendiri. Atau jangan-jangan bukan kata "benar" yang patut saya tuliskan... tetapi masih relevan hingga saat ini. Mungkin pengertian relevan yang lebih masuk akal.

Berikut ini beberapa tulisan (juga komik) yang mungkin benar menurut ramalan saya, eh bukan.... masih relevan beberapa saat sesudah saya menulisnya.

(satu)
Komik Roy dan Joko "Gadis Di Tangga Kampus"
Sumber : Album Facebook, 30 November 2009

Fatwa hukum haram rebounding dan cat rambut mencuat beberapa hari terahkir. Bagi saya yang awam tentang hukum agama (dan saya tidak bisa berdebat mengenai fatwa ini)... masalah rebounding atau cat rambut hanyalah soal citra diri yang sangat dipengaruhi pencitraan penampilan diri yang muncul di media massa, apalagi televisi, itu saja. Konsep cantik, berat ideal, kulit ideal sekarang dibentuk oleh industri dengan media massa sebagai corongnya.


(dua)
Anggota Tim Sukses terburuk : SBY, poltak.... ngomong kacau, suka menyela, berteriak2, satu lagi gak camera face
sumber : Kampanye Award, Notes Facebook, 4 Juli 2009

Saat ini terdapat group di facebook yang menuntut agar partai Demokrat memecat Ruhut Sitompul sebagai anggota Dewan. Hal ini dipicu saat Ruhut mengatakan "Bangsat" saat rapat Pansus Soal Bailout Bank Pencury, eh Bank Perampok, eh Bank Century. Ini hanya satu contoh saja, dalam rapat dewan lainya, kita semua bisa melihat bagainya si raja minyak ini suka menyela, suka memotong pembicaraan orang. Klo soal camera face, itu penilaian subyektif saja.


(tiga)
Katanya sich, dalam ideologi Pancasila, ada ajaran yang menyatakan bahwa pemimpin itu harus mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan individu, keluarga maupun golongan.
Sumber : pemimpin negeri ini ???, Blog, 06 Januari 2009

Saat Anggodo mencatut nama SBY dalam kasus mafia hukum, SBY malah diam saja. SBY seharusnya menyeret Anggodo ke ranah hukum karena pencemaran nama baik. Saya sebagai warga negara marah karena kepala pemerintah sebagai simbol negara dicatut sembarang. Di lain kesempatan, saat nama keluarganya tertulis di Gurita Cikeas, SBY malah curhat di depan guru, klo keluarganya difitnah. Klo kepentingan negara, SBY malah diam. tapi giliran keluarga yang disinggung baru deh berbicara, eh curhat.


(empat)
Saya hanya takut, esok hari, ada ejekan "Wong Indonesia"; "Indonesian, lu", atau "Dasar Indonesia!". Sebuah ejekan yng diberikan oleh negara-negara maju pada republik ini. Sebuah ejekan yang mengambarkan kepada pandirnya kita, pandir dalam mengurus dirinya sendiri!
Sumber : [tentang] Dasar Indonesia!, Blog, 06 Juli 2007

Beberapa setelah tulisan ini, indonesia ribut sama malaysia soal reog, batik, tari pendet dan sebagainya. Kemudian kita juga tau bahwa malaysia kerap memanggil orang indonesia di dengan panggilan "indon"... sebuah panggilan merendahkan. Bagi saya inilah karma bagi kita bangsa indonesia yang suka merendahkan bangsa sendiri dengan sapaan "Wong ndeso!", "dasar kampungan" atau "udik lu"

@@@
mungkin ada bisa menambah ramalan saya yang berbukti ??? hehehehehe.............

Tuesday, November 03, 2009

gempa sebagai indikator keimanan ?


(bagian satu)
Pesan masuk
Er***ma
07-Okt-09 19:41
ini jam tjdnya gmpa padang & jambi : 17.16; 17.58; 8:52; coba cocokkan dg alquran, baca trjemahannya (surat 17 ayat 16, surah 17 ayat 58, surah 17 ayat 52).

Pesan terkirim
Er***ma
07-Okt-09 20:10
Dab, kita gak tau apakah gempa itu merupakan ujian (bagi orang beriman) ataukah hukuman (bagi orang yg tidak beriman). Hanya ALLAH SWT yang tahu apakah gempa itu ujian atau hukuman. Kita tak boleh “menuduh” seakan gempa adalah hukuman bagi saudara kita di sumatra barat.

(bagian dua)
Diantara dua sms tersebut, saya sempat membuka Alquran (program java di Hape saya) dan membaca terjemahannya….. berikut ini terjemahannya (klo terjemahan ini, saya copy paste dari program Alquran Digital dari kompi saya)

QS : 17.16 Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.

QS : 17.58. Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).

QS : 8.52. (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.

(bagian tiga)
Beberapa hari kemudian sebuah email masuk ke inbox saya. Isinya kurang lebih sama dengan sms teman saya itu, cuman di email ditulis juga terjemahan dari ayat-ayat dari kitab suci.

Kali ini saya merasa sedih bukan main…. Bukan hanya karena saudara-saudara kita di padang dan jambi yang tertimpa musibah…. Tetapi sedih karena mereka dinyatakan sebagai orang-orang yang tidak beriman oleh orang lain yang menuliskan email dan sms kepada saya. Juga oleh orang yang mem-foward-nya


(bagian empat)
Sebagai ending tulisan ini, saya tuliskan kembali (copy paste tepatnya) sms yang saya kirim ke temen saya tersebut :

… kita gak tau apakah gempa itu merupakan ujian (bagi orang beriman) ataukah hukuman (bagi orang yg tidak beriman). Hanya ALLAH SWT yang tahu apakah gempa itu ujian atau hukuman. Kita tak boleh “menuduh” seakan gempa adalah hukuman bagi saudara kita di sumatra barat.

catatan :
Mungkin tulisan ini agak terlambat untuk ditulis dan dipublish di note facebook, namun karena merasa berhutang tulisan pada seorang teman, Heru Prasetia maka tulisan ini harus ada, meski gak maksimal juga. Semoga para korban gempa di padang dan jambi tabah menghadapi musibah ini, juga buat saudaraku Eva Indriani dan Lucky Chandra Irawan

Tuesday, April 21, 2009

Ke(tidak)adilan dalam Demokrasi



Apakah adil ketika orang tua memberi uang saku yang sama kepada anak-anaknya? Jika anak pertama hingga anak terahkir memperoleh uang saku yang sama, apakah orang tua itu dapat dikatakan sebagai orang tua yang adil ?

Anda pasti menjawab tidak adil, karena masing-masing anak punya kebutuhan yang berbeda, sehingga uang sakunya juga tidak sama. Jika anak pertama sudah kuliah dan memperoleh uang saku yang sama dengan adiknya yang baru umur 5 tahun, maka besar uang yang sama adalah sebuah ketidakadilan.

Begitu juga dengan demokrasi, apakah adil jika semua orang mempunyai hak yang sama dalam pemilihan umum? Seorang yang buta huruf mempunyai suara yang sama dengan seorang profesor ilmu politik? Bagaimana dengan individu yang setiap hari kritis terhadap pemerintah dan menyaksikan acara politik di televisi dengan seorang ibu-ibu yang menghabiskan waktunya untuk menonton gosip pacaran raffi ahmad dengan yuni shara atau penasaran baju kembaran yang mana lagi yg mo dipake the sister ?

Jawabnya jelas sekali tidak adil....

Seorang profesor ilmu politik akan sangat paham, seberapa idealkah partai pemilu dalam aggreasi kepentingan konstituennya, sedang si buta aksara mungkin tidak tau apa bedanya kampanye dengan cerita pepesan kosong.

Seorang penonton setia acara politik di tivi (dan melalui media massa lainnya) akan sangat selektif dalam memilih partai. Berbagai referensi akan memandu ia uintuk memilih sebuah partai politik yang ideal. Dan si ibu-ibu penggosip, hanya akan paham bahwa si calon presiden A, bisa bernyanyi saat kampanye, atau ketua partai B sering muncul di iklan tv dengan seribu janji, tanpa mengenal visi misi dan plafrom partai

Itu lah membedakan seorang mahasiswa dengan murid TK, meski sama-sama memiliki ayah dan ibu yang sama serta tinggal di rumah yang sama. Begitu juga dengan rakyat sebuah negara, meski tinggal di negara yang sama; tingkat pendidikan, kesadaran politik, melek media (bukan hanya buta huruf atau tidak) sangatlah beragam. Bagaimana kita bisa memberi suara yang sama bagi mereka?

Hal ini lah yang tampaknya menjadi dasar pemikiran Aristoles, filusuf yunani, bahwa demokrasi bukanlah sosok ideal bagi jalannya roda sebuah pemerintahan.

Bagi saya, jika demokrasi tidak bisa berbuat adil, bagaimana mampu melahirkan pemimpin yang adil pula ?

Monday, April 20, 2009

Perjudian Atas Nama Pemilu


Kabar bahwa sejumlah rumah sakit jiwa menyiapkan bangsal khusus caleg gagal, tampaknya sudah lama terdengar. Sekian banyak orang jadi stress gara-gara pemilihan legistatif juga barang jamak di media massa. Sejumlah RSJ juga mengalami peningkatan pasien inap, rawat jalan atau sekedar berkonsultasi kesehatan jiwa. Sebuah running text di televisi menyatakan bahwa dinas kesehatan mengindikasikan adanya ribuan caleg terindikasi mengalami gangguan jiwa. Uniknya ada juga caleg yang harus menjalani terapi transfer energi yang berbau supranatral untuk menenangkan dirinya.

Berita sore di statiun tv lain menyatakan sebuah puskesmas menyetok obat penenang lebih banyak sesuai instruksi dari dinas yang juga berkaitan dengan agenda 9 april lalu. Seorang ibu bahkan harus gantung diri karena hanya mendapat belasan suara. Seorang caleg gagal menyegel halaman rumahnya yang biasanya digunakan sebagai pasar kaget, karena memperoleh suara minim dari para pedagang. Di kota lain, caleg mengusir beberapa keluarga yang tinggal di atas tanahnya, hanya karena orang yang terusir tidak mencontrengnya. Pengurus pengajian terpaksa mengembalikan karpet yang diberikan caleg saat pemilu karena sang caleg tidak mendapat suara cukup. Di tempat lain, bukan karpet tapi berupa semen dan ubin keramik.


Atau anda mau menambah lagi..... Silahkan, monggo...

Lalu untuk apa kita mengikuti pemilu jika para calon anggota legistatif nya seperti ini ?

Mungkin ada yang berkomentar " saya tidak memilih caleg seperti di atas, ia berhasil duduk di dewan? "

Tapi apakah ada garansi yang menyatakan seandai caleg yang ia pilih, tidak berperilaku sama seandainya sang caleg hanya mendapat suara minim?

Pertanyaan selanjutnya bagaimana kita bisa percaya pada pemilu yang membiarkan orang yang memiliki potensi sakit jiwa berhak mencalonkan diri sebagai anggota dewan?

Atau jangan-jangan pemilu ini tak ubahnya seperi sebuah pertaruhan atau judi? Pemilu seakan menjadi adu untung layaknya judi dadu atau judi togel. Siapapun boleh memasang taruhan asal punya uang. Syarat lain, gak ada sama sekali. Tinggal berhitung, seberapa banyak duit yang tinggal di dompet. Mo mempertaruhkan seluruh isi dompet juga tak masalah. Tinggal pilih pada angka yang dipercaya pembawa lucky dan memacu jantung saat bandar menggulirkan dadu. Yang menang, silahkan mabuk kepayang. Yang kalah, diperbolehkan melontarkan sumpah serapah dan menjadi gila.

Sekali lagi, jangan-jangan (seperti kalimat pembuka paragrap di atas) .... Perjudian, eh maksud saya pemilu ini memang harus seperti di atas, karena mengagung-agung sesuatu yang bernama demokrasi? Toh, yang namanya demokrasi kan dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat?. Jadi wajar banget, klo siapaun berhak mencalonkan diri sebagai anggota dewan yang terhormat itu. Persoalan kriteria bagaimana, mengapa dan siapa yang berhak mencalonkan diri bukanlah menjadi sebuah perkara. Atau pertanyaannya, siapa yang akan mempersoalkan dan kenapa harus dipersoalkan pula.

Sudahlah.... Daripada saya ikutan-ikutan gila seperti mereka.

rti mereka.

Tuesday, April 07, 2009

Soundtrack Pemilu 2009

1.
Lumpur merendam
Pilunya belumlah sirna
Jika mentari panasnya tak lagi menyengat...
Apakah ini adalah....akhir dari tempatku berpijak

song : terluka
artist : padi
album : tak hanya diam


2.
Kita merasa benar-benar pintar
Memasyarakatkan kebodohan ini
Kita membicarakan kenyataaan dalam dunia fantasi

song : kenyataaan dalam dunia fantasi
artist : Koil feat The Rock
album : -


3.
aku sudah bosan dengarkan kata-kata
aku sudah muak dengarkan harapanmu
aku sudah lelah dengan harapan
aku sudah mual dengarkan ceritamu

song : impresi
artist : pas band
album : the best of pas band


4.
Meski banyak padi di sawah
hatiku selalu resah
meski telah ganti pemerintah
hidupku selalu susah

song : mars pembantu
artist : titi kamal
album : OST Mendadak Dangdut


5.
memang jaketku memang kotor
jangan menghina, yang penting bukan koruptor

song : memang
artist : slank
album : suit..suit hehehe


6.
kau tak memikirkan akan nasib kami,
tau kah kau itu?
kau hanya mementingkan keinginanmu
ku mau kau dengar kami.... kau rese yeach....

song : paraelite
artist : EdanE
album : 170 Volt


7.
wakil rakyat seharusnya merakyat
jangan tidur waktu sidang soal rakyat

song : iwan fals
artist : surat buat wakil rakyat
album :


8.
yang aku butuh negeri maju,
yang pemimpinnya bukan pemimpin palsu
yang aku butuh negeri makmur,
biar mimpiku gak jadi kabur.

song : Udara segar
artist : BIP
album : Udara segar

9.
kami orang muda, kaya akan obsesi
mobilitas tinggi, haus reformasi hakiki

song : format masa depan
artist : dewa 19
album : format masa depan

Thursday, March 05, 2009

Air Minum, Mie Instant dan Partai Politik


Mungkin Anda sudah tau bahwa beberapa bandara internasional atau publik area lainnya di luar negeri, orang bisa langsung minum air dari kran khusus. Atau terkadang orang bisa minum air langsung dari krannya di dapur, seperti dalam sebuah adegan yang saya lihat beberapa hari lalu di televisi. Air memang menjadi alat vital, eh.... kebutuhan vital bagi setiap orang. Tanpa makan, seseorang bisa bertahan seminggu, tapi tanpa minum, seseorang hanya hidup tiga hari saja.

Lalu bagaimana persoalan air d negeri ini ? Memang ada BUMD mempunyai kewenangan khusus untuk mengelola kebutuhan air, yakni PDAM (perusahaan daerah air minum). Tapi bagaimana produknya? Gak perlu di jawab dech.... Pertanyaan saya paling gampang, apakah anda pernah minum air langsung dari kran? Klo sudah, ya sudahlah, saya gak perlu melanjutkan tulisan ini. Klo blom, berarti dugaan saya benar, kita semua belum pernah atau tidak pernah minum air yang disalurkan oleh PDAM.

Minum air langsung dari kran seharusnya... sekali lagi seharusnya sudah menjadi "promise" yang harus dipenuhi oleh PDAM. Lha wong namanya saja sudah "Perusahaan Daerah Air Minum". Jadi seharusnya, air yang kita dapatkan dari kran itu adalah produk yang layak minum. Sebuah air bersih dan sehat yang langsung bisa diteguk, tanpa harus dimasak dulu.

Tapi sekali lagi, kata air minum yang terdapat dalam inisial PDAM itu cuman "nama". Begitu juga dengan standar air yang layak minum itu kan hanya sekedar janji yang gak pernah kita tau kapan bisa terwujud.

@@@
Pernah merhatikin bungkus mie instans? Coba bayangkan di semua bungkus mie instans tersebut, pastilah terdapat visualisasi mie yang sangat-sangat mengiurkan. Bukan hanya foto mie saja terpampang, tetapi juga terdapat telur,daging ayam, udang, bakso, wortel, jeruk nipis, dan berbagai jenis sayuran lainnya

Klo tak sempat merhatiin bungkus mie instant, liat saja iklan mie instant di tivi. Penggambarannya jauh lebih sempurna, mie instant tersebut tertampung dalam sebuah mangkok besar. Tak lupa menyertakan bahan-bahan tambahan lainnya, seperti tampilan buskusnya. Bahkan dengan tampilan audio visual serta narasinya yang sangat komunikatif, seolah-olah mie instans memang benar-benar mak nyuss.

Sekarang, pergilah ke dapur, dan masaklah mie instant. Sesuai dengan instruksi yang terdapat di bagian belakang bungkus. Satu lagi, jangan gunakan bahan-bahan lainnya selain apa yang terdapat didalam bungkus mie instant. Lalu perbandingkan antara mie hasil kreasi anda di dapr dengan mie yang ditampilkan di bungkus dan iklan tivi.

Jangan merasa bersalah, jika mie instant anda tidak selengkap mie instant yang ada di bungkus apalagi di iklan tivi. Meskipun anda mematuhi petunjuk di belakang bungkus. Mie yang sangat menggiurkan juga tidak anda peroleh, seandainya anda mengunakan gelas ukur untuk menakar cc air untuk merebus mie. Atau mengunakan stop wacht untuk menentukan seberapa mie direbus.


@@@
Lalu apa hubungannya dengan partai politik.... ?
saya tak tau persis apa hubungan antara air minum, mie instant dan partai politik. Saya hanya tak ingin partai politik tidak bisa memenuhi janji politiknya seperti PDAM, apalagi hanya tampil manis di iklan tivi seperti mie instant.

itu saja kok.....


Rockin'>>>!
rio_nisafa

Thursday, February 26, 2009

Sumpah, saya sudah ratusan nonton Titanic


Valentine, beberapa hari lalu, sebuah stasiun televisi menayangkan (kembali dan berulang-ulang) film Titanic. Sebuah film yang sempat menjadi heboh pada masanya dan menjadi salah satu film terbesar dalam sejarah perfilman dunia. Lagian dengan genre drama romantis, film ini sah-sah saja ditayangkan pada tanggal 14 Februari.

Lagian siapa sich yang gak kenal Titanic? Ada tiga hal yang menarik tentang Titanic ini. Pertama, Titanic merupakan tragedi terbesar dalam sejarah transportasi manusia. Kapal titanic yang super mewah itu tenggelam dini hari di lautan lepas dan menewaskan kurang lebih 1200 orang. Kedua, Titanic merupakan judul film atas musibah tersebut yang mencatat sebagai film terbesar dalam sejarah box office amerika dan memborong piala oscar. Ketiga, Titanic merupakan judul skripsi saya .... heheheheh

Lebih dari ketiga hal di atas, Titanic itu menginggatkan saya betapa malesnya saya ngerjain skripsi... Males? yap, Skripsi itu ternyata makan waktu yang sangat panjang, sekitar 3 tahunan. Padahal judulnya tergolong agak singkat " Titanic dan Amerika, Studi Semiotik tentang Konstruksi Impian Amerika dalam Film Titanic". Keren kan ?

Waktu 3 tahun lebih untuk skripsi itu. terhitung dari tugas mata kuliah filmologi, pada tahun 1999, hingga saya lulus tahun 2002. Klo dihitung sejak film itu diputar dibioskop awal 1998, maka rentang waktunya jauh lama... walah!!.. Oya, skripsi itu sendiri merupakan pengembangan dari sebuah makalah yang hanya belasan halaman.

Masalahnya adalah saya terlalu malas untuk mengarap skripsi. keping VCD sudah di tangan, bahan refensi memenuhi harddisk, tumpukan buku bantuan dari kedubes Amerika juga lama nongkrong di lemari buku. Dosen juga asyik-asyik ajah, gak susah dicari di kampus. Bahkan ada juga "KM Erotik" alias Keluarga Mahasiswa skrepsi Semiotik; yang kerap sharing tentang skripsi. Saya juga hanya cukup menonton Titanic di komputer tanpa harus wawancara, melakukan koding-koding statistik apalagi observasi lapangan.

Lalu kenapa skripsi gak selesai-selesai juga. Ya karena males itu tadi. Bukan hanya males, Mengutip mantan bos saya dulu, pak ernas, saya dikategorikan sebagai anak bandel! bener-bener bandel! heheheh.....

Bukan saja males-malesan ngerjain skripsi. Saya malah asyik main-main selama akhir kuliah. Salah satunya, saya bersama 2 sahabat melakukan backpacker ke lombok dan bali selama dua minggu. Saya juga ikut kursus PR selama 3 bulan. Belajar otodidak komputer grafis. Bekerja di salah satu kafe selama 3-4 bulan hingga yang paling konyol adalah ketika saya memutuskan untuk mengambil cuti kuliah selama 1 semester untuk bekerja lagi di sebuah biro iklan.

Segala kemalasan ini ternyata harus dibayar mahal... Saya lulus kuliah 6 tahun. Ya, enam tahun. Tak ada predikat cumlaude yang memang diberi pada mahasiswa yang lulus maksimal 5 tahun dan IPK minimal 3,5. Padahal, menurut teman-teman, saya bisa saja mengejar predikat tersebut jika mau berusaha dan tidak males itu....

Namun, ada sedikit hal yang cukup menggembirakan saya beberapa waktu belakangan. Kabar terbaru dari skripsi saya itu adalah masuknya skripsi titanic ke dalam perpustakaan fakultas. Ini merupakan kabar yang sedikit membanggakan, karena hanya skripsi bernilai A atau B+ saja yang berhak menempati rak di perpustakaan. Meskipun nilai skripsi saya hanya B+ saja. Saya mendapat info tersebut dari Cak Nur, seorang rekan yang tengah mencari referensi tentang penelitian komunikasi yang ia geluti. Jelas saya kaget, jika skripsi tebal dinilai layak oleh dosen. Soalnya saya saja males-malesan tatkala menyusun skripsi itu. hehehehe ......


Rockin’>>>!
rio_nisafa





Sunday, February 15, 2009

Ketika Malaikat Bersujud



ketika malaikat bersujud,
aku mengukur waktu, mengulur-ulur detik yang memburu

ketika malaikat bersujud,
aku lelah mengejar mimpi, sebuah bayang bernama fantasi

ketika malaikat bersujud
aku mencari jati diri, perjalanan panjang seperti sinetron televisi

ketika malaikat bersujud
aku tersesat dalam labirin dunia, menjebakkan diri dalam hampa

usai malaikat bersujud
aku mengucap lirih, nama-MU.

ps. foto ini diambil sekitar jam setengah delapan, beberapa bulan lalu, dalam perjalanan berangkat ke kantor. masjid terletak di Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo.

Rockin'>>>!

Tuesday, January 06, 2009

pemimpin negeri ini ???

Katanya sich, dalam ideologi Pancasila, ada ajaran yang menyatakan bahwa pemimpin itu harus mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan individu, keluarga maupun golongan. Tapi sekali lagi itu sich hanya pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) yang saya pelajari jaman SD hingga kuliah dulu. Soal diamalkan dalam kehidupan sich, entar dulu..... moral kan hanya teks dalam buku pelajaran saja, yang kemudian hanya di-soal-kan dalam ebtanas (sekarang uan).

Lalu kenyataannya gimana ?

Daripada pusing-pusing melihat tataran ideal dan tataran kenyataan, saya punya sederet pengalaman yang saya dan istri saya alami.

Penutupan Bus Trans Jogja.
Suatu sore, istri saya mengeluh karena tertahan beberapa waktu di halte bus trans jogja. Bus yang seharusnya sudah lewat dari beberapa waktu , ternyata tidak kunjung datang. Bahkan beberapa bus dengan jalur lain telah datang berulang kali lewat halte tersebut. Oya, bus trans jogja itu mirip dengan bus trans jakarta (atau terkenal dgn busway). Dengan terpaksa, saya pun harus menjemput di halte tersebut.

>>> Ternyata bus yang ditunggu istri saya, jalurnya di pindah ke rute lain, melewati halte yang seharusnya disinggahi itu. Akibatnya penumpang bus tersebut menumpuk di halte atau diturunkan di halte lain yang tidak diharapkan. Usut punya usut, ternyata SBY sedang meresmikan taman pintar, sebuah wahana belajar bagi anak-anak yang disediakan pemkot jogja. Taman pintar itu sendiri terletak di jalur yang dilewati oleh bus yang hendak dinaiki istri. Jika pemimpin itu mementingkan rakyatnya, kenapa harus mengorbankan rute bus, yang melayani ratusan rakyatnya?

Penutupan Jalan Jogja - Wates
Kali ini saya yang dongkol, perjalanan ke kantor di wates, kulon progo (30 km barat kota jogja) ternyata dihambat oleh petugas dari kepolisian maupun dinas perhubungan. Laju motor saya diberhentikan dan diarahkan masuk ke sebuah jalan desa. Tepatnya di daerah sedayu (km 15). Begitu juga dengan penguna jalan raya lainnya, entah bus, mobil pribadi, sepeda motor dan sebagainya. Semuanya di selilipin di jalan-jalan desa yang sempit. Alat transportasi yang tengah menuju jalan raya itupun tertahan. Sialnya, saya tertahan hingga waktu 30 menitan. Kemudian, jalan wates benar-benar kosong dari semua mode transportasi. Sesaat kemudian lewat iringan mobil dinas kepresidenan yang dikawal belasan mobil dinas lainnya.

>>> ternyata jalan raya jogja-wates diperintahkan untut dikosongkan hanya dengan alasan ada SBY yang lewat. SBY rupanya berencana akan meresmikan desa kerajinan di daerah Sentolo Kulon Progo dan acara lainnya di kabupaten Purworejo (barat kab Kulon Progo). Jalan raya Jogja Wates itu seakan-akan hanya milik presiden dan rombongannya, rakyat dibiarkan terpanggang panas matahari, dipenuhi asap knalpot dan emosi yang "nggggrrr" hanya karena menunggu rombongan sby lewat. Jika pemimpin itu mementingkan rakyatnya, kenapa harus mengorbankan jalan raya, yang dilewati ribuan rakyatnya?

Pengeledahan di dalam masjid Agung Jogja
Jumat itu, saya sengaja menyempatkan diri sholat jumat di Masjid Gede Kauman Yogyakarta, sebuah masjid peninggalan kesultanan Yogyakarta. Niat itu saya jalankan dengan harapan dapat mendengarkan khutbah jumat dari Gus Dur, yang saat menjabat presiden. Tetapi ternyata bukan khutbah Jumat, Gus Dur justru berbicara setelah sholat jumat. Saat itu ribuan umat islam memadati masjid raya, jauh sebelum adzan dikumandangkan. Namun yang membuat saya kesal, ternyata saya harus diperiksa oleh paspampres, lengkap dengan alat detektor logam. Seluruh badan saya dipindai dengan alat tersebut. Begitu juga ribuan umat islam yang berniat sholat di masjid tersebut.
>>> Jika pemimpin itu melayani rakyatnya, kenapa harus takut dengan rakyat yang dilayaninya ?

Hamzah Way
Rupanya Wapres Hamzah Haz, termasuk orang yang tidak sabaran ketika berlalu lintas di jakarta. Ia pun dikabarkan pernah mengunakan jalur bus way, ketika melintasi jalan raya di ibukota. Bahkan ada sebuah karikatur, setelah ada bus way ada pula hamzah way. hehehe. Para penguna jalan raya lainya hanya bisa dongkol dengan ulah sang wapres ini, mengunakan jalan yang bukan haknya.
>>> Jika pemimpin itu melayani rakyatnya, kenapa ia duluan yang minta dilayani dan mengabaikan ribuan rakyatnya ?

foto : http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Kunjungan%20SBY%20ke%20RIAU/cet2.jpg

Rockin'>>>!
rio_nisafa

Saturday, December 13, 2008

Manusia Penikmat Musik Jadul


Beberapa hari belakangan , saya sering mendownload lagu-lagu jaman dulu di internet. Lagu Indonesia era 90an, tepatnya awal 90an awal hingga pertengahan dekade 90an merupakan target dari perburuan saya di situs 4shared.com.

Jika dihitung rentang waktunya, pada tahun-tahun itu adalah masa saat saya menduduki bangku sekolah menengah hingga awal kuliah. (menduduki, emang jepang menduduki indonesia). Saat itulah saya muali suka dengan "musik dewasa", sebuah musik yang dibawakan oleh band atau penyanyi dewasa, bukan penyanyi anak-anak, macam bondan prakoso, eno lerian, trio kwek-kwek, chicika meidy atau duet susan-kak ria.

saat itu band maupun solis yang sempat saya sukai antara lain dewa 19 (masih vokalis ari lasso), indra lesmana, DMC, Protonema, Gallery, Iwa K, Garby, Flowers, Kla Project, No Limits, Andy Liany, Bayou dan sebagainya.

Lalu apa hubungannya antara "mengunduh" lagu lama dengan diri saya ?

Entah kenapa, kok tiba-tiba saja saya merasa menjadi "orang tua" dalam artian umur dengan kecendrungan mendengar lagu-lagu era 90-an. Saya takut merasa tua karena tidak mampu mengikuti selera pasar musik kontemporer. Saya kemudian saya seperti orang-orang seusia bapak saya yang masih mengemari koes plus atau abba, atau seperti para kaum mapan yang berumur 40-an tahun yang gemar nonton zona 80 di metro TV. terkadang saya juga menilai bahwa menikmati musik lama adalah sebuah jebakan nostalia tanpa mampu beradaptasi dengan musik masa kini yang semakin beragam.

Ini bukan persoalan selera musik saja, tapi juga tuntuan hidup yang terus berubah. Musik hanya bagian kecil dari kehidupan yang harus saya hadapi. ..... maka "ketakutan" saya pun makin besar.....

foto : musiklawas.blogspot.com/

Rock d World!
rio_nisafa

Wednesday, December 10, 2008

Pewaris Ibrahim


Para pewaris Ibrahim saling berperang demi agama langit.
Sebagian dari mereka menyembelih kurban dan mengikuti ajaran sang nabi.
Maka jelaslah, siapa pewaris sah Ibrahim.

Selamat IDUL ADHA

Rock d World!
rio_nisafa

photo : http://infosemarang.net

Tuesday, November 18, 2008

Jaman Internet = Jaman batu

Klo di bilang bahwa kehidupan selalu berputar, maka kehidupan kita saat ini juga merupakan putaran dari kehidupan sebelumnya. Apa yang kita anggap sebagai sebuah kemajuan, secara dasar adalah proses kembali pada tataran kehidupan sebelumnya.... pusing ya? Mari kita sederhanakan....

Dulu, ada masa yang kita kenal sebagai jaman batu(prasejarah), kemudian jaman modern (jaman bersejarah) dan terahkir jamaninternet ( cyber). Artinya setelah jaman modern, kehidupan kita saat ini dan ke depan, tak ubahnya mengikuti berbagai pola kehidupan di dunia batu.

1. Gambar sebagai alat bahasa
Saat ini kita banyak mengunakan icon, gambar dan simbol dalam mengkomunikasi sesuatu. Yang paling gambang dan sering digunakan adalah icon-icon yang berada di program komputer. Mengunaan icon ini merujuk kembali pengunakan piktogram, yakni penulisan huruf paku yang (lebih mirip gambar) oleh manusia purba di dinding gua.
>> Pengunaan piktograf pada dasarnya merupakan bentuk komunikasi secara sederhana, sedang pengunaan icon adalah upaya menyerdahanakan komunikasi

2. Hak Kepemilikan
Klo mo cari informasi sesuatu, gooling aja. dunia cyber memiliki apapun secara tidak terbatas. Semuanya gratis. bahkan kita bisa mendapatkan program, lagu, video dan apapun secara gratis. Banyak orang yang men"share" berbagai file yang dimiliki tanpa berpikir untung rugi. Internet telah menyediakan apapun, sama seperti alam menyediakan semuanya pada jaman batu. pada jaman batu, yang namanya binatang itu gratis, tinggal bagaimana seseorang mampu berburu di alam liar.
>> Manusia purba tak perlu berpikir tentang hak milik, karena alam telah menyediakan. teknologi juga melakukan hal sama, memudahkan orang saling berbagi.

3. Status Individu
Jaman batu, manusia berinteraksi tanpa batas ruang dan waktu, mereka berkumpul dalam gua-gua, kelompok kecil di alam bebas dan membangun strata strata sosial yang sederhana. Kini email, teleconfrence, videocall, blog dan sebagainya membuat sesama manusia dalam dunia cyber saling berhubungan secara sederhana dan menembus sekat-sekat strata sosial yang dibangun dalam jaman modern.
>> Manusia kembali menjadi satuan individu bukan sebagai anggota dari kelompok strata sosial tertentu. masyarakat purba adalah masyarakat tanpa strata sosial, sedang masyarakat cyber menafikkan strata sosial.



Source gambar : http://i25.tinypic.com/1581t9s.jpg

Friday, November 14, 2008

Kisah Simbah Diyem


Simbah Diyem adalah seorang nenek tua sebatang kara yang berprofesi sebagai pedagang kerupuk puli... Sehari-hari simbah berjualan di Pasar Bandar Kediri. Seharian Simbah menempuh perjalanan dengan berjalan kaki tanpa alas menuju pasar dari rumahnya di lereng Gunung Klotok Sukorame yang berjarak 14 km. Kakinya bengkak... gondong di lehernya menunjukkan kemiskinan yang menerpa kesehariannya. ...

Usai berjualan, Sang Simbah selalu mampir Masjid Baiturahman yang terletak di Jalan Penanggungan tak jauh dari Pasar Bandar. Saat itu Masjid Baiturahman masih dipenuhi pepohonan yang rindang, di tambah beberapa pohon bambu di pojok depannya... Asrama IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) ada di samping masjid....

Setelah berwudhu’, simbah masuk masjid. Mengambil mukena dari keranjang kerupuknya ...
dan melakukan solat Zuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, Simbah keluar masjid dan mengumpulkan dedaun yang bertaburan di halaman masjid.Sehelai demi sehelai dikutipnya. Tidak satu helai pun dibiarkannya. Tentu saja agak lama simbah membersihkan masjid dengan cara itu, padahal matahari sedemikian menyengat. Keringat membasahi seluruh tubuhnya. Para takmir masjid dan pelajar SMP Muhammadiyah yang sehari-hari berada di lingkungan masjid menjadi iba melihatnya.

Pada suatu hari, takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum simbah datang. Ketika simbah datang dan seperti biasa usai sholat, melakukan pekerjaan rutinnya.... . namun dia terkejut karena tidak ada satu helai pun daun yang berserakan di halaman masjid. Dia kembali ke masjid dan menangis sambil bertanya kepada semua orang mengapa dedaunan itu sudah disapu sebelum kedatangannya. Orang di dalam masjid menjawab, karena mereka kasihan melihatnya.

Seketika itu Simbah menjawab : "Jika kalian kasihan melihatku, berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya,"jawab simbah sembari menyeka air matanya. Singkat cerita, keesokan harinya simbah dibiarkan mengumpul dedaunan yang bertebaran di halaman masjid seperti biasa. Orang-orang tak mengerti.

Seorang pelajar Kelas II SMP Muhammadiyah bertanya, dan mendapat jawaban.. : "Saya ini perempuan bodoh," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya mungkin tidak selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Nabi Muhammad s.a.w. Setiap kali saya mengambil sehelai daun itu, saya mengucapkan selawat kepada Rasulullah.Kelak jika saya mati, saya ingin Nabi datang menjemput saya. Biarlah semua daun itu menjadi saksi saya berselawat kepadaNya"....

Kami semua meneteskan air mata haru.....
Kini Simbah Diyem mungkin telah tiada.....

======
ps : kisah ini bener-bener bikin aku terharu
source : email dari seorang sahabat

Rock d World!
rio_nisafa

Saturday, October 25, 2008

Tampil elek-elekan

Gak tau siapa yang pertama mempopulerkan istilah ini dalam genk saya selama kuliah dulu. Namun yang pasti istilah ini muncul lagi dalam "reuni" yang berlangsung kemarin, jumat 24 Oktober 2008.

Awalnya kami berlima, sekumpulan mahasiswa jurusan komunikasi 96 di bulaksumur sering runtang-runtung bareng selama masa kuliah. Bukan hanya nongkrong di kost-kostan tetapi juga dolan ke berbagai tempat, dari istana air taman sari, Rumah makan terapung di Rowo Jombor, hingga ke berendam pasir saat sunset di Pantai Senggigi Lombok.

Tampil elek-elekan mungkin antitesis dari pengalaman kami selama kuliah, tepatnya saat berinteraksi dengan orang lain di luar genk. Dulu kami memang sering jaim semasa kuliah. Kadang kami ingin terlihat pinter di depan adik-adik angkatan, tampil sok PD di depan temen organisasi, atau bahkan sok teladan di depan dosen yang beberapa kali memberi proyek ..... dan yang lebih parah kami seolah menjadi lebih baik di bidang apapun di depan temen kuliah berkelamin perempuan.

Bukan persoalan kami menjadi orang lain, tetapi ada upaya kompromis dengan kawan pergaulan saat itu. Atau memang dengan cara itulah, kita bisa menempatkan diri dalam interaksi. Yang kami lakukan adalah menciptakan (atau memanipulasi) kesan yang lebih baik pada diri kami. Bukan untuk menjadi diri orang.

Dan istilah elek-elekan muncul sebagai upaya diri kami menjadi diri kami yang sesungguhnya di depan temen-temen karib, temen satu genk.

Tampil elek-elekan tidak berarti bahwa kami ingin tampil menjadi lebih jelek, tapi merupakan sebuah kejujuran bahwa kami pun bisa tampil jelek tanpa berusaha menutupinya. Tampil elek-elekan menjadikan kita sebagaimana adanya. Bahwa kami berlima (dan kemudian jadi nambah member) bisa melakukan apapun secara bebas dan lepas, tertawa ngakak, gojek-gojek kere, mengutuk diri seakan merasa termarjinalkan, bingung ngadepin kuliah dan dosen, sambat tentang keuangan, sampai gendhu-gendhu roso tentang kehidupan bercinta masing-masing orang.

Ya, ternyata menjadi diri sendiri itu sulit.... dalam berhubungan dan berinteraksi dengan orang, terkadang kita lebih sering memanipulasi citra diri.

Thursday, August 14, 2008

Diponegoro dan Kemerdekaan Kita

Tiba-tiba aja saya pengen nulis tentang diponegoro... ya pangeran diponegoro yang kerap ditulis oleh buku-buku PSPB (pelajaran sejarah perjuangan bangsa). Entah kenapa ... mungkin bentar lagi bangsa kita mo rayain kemerdekaan yang 63 tahun... atau mungkin karena diponegoro itu pahlawan dari jogja.... karena juga tanah di tegalrejo (yang dibangun rel sama belanda) berada tak jauh dari rumah saya. Atau mungkin karena diponegoro sering jadi bahan joke di kalangan kita.

Jika harus ditarik dari awal.... saya suka sosok diponegoro. Seorang yang mewarisi legistimasi kekuasaan di tanah jawa. Ia adalah putra dari sultan hamengkubuwono III yang merupakan trah dari sebuah kerajaan mataram islam di jawa. Karena legistimasinya itu, ia berhak mendapat gelar pangeran.

Leluhur diponegoro yang paling terkenal adalah Sultan Agung, (lengkapnya Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo) satu-satunya raja di Indonesia yang melakukan penyerangan secara ofensif kepada Belanda di batavia. Sekali lagi secara menyerang ofensif, bukan sekadar mempertahankan wilayah dagang ala raja-raja lain di nusantara. Meskipun dua kali mengalami kekalahan berbuntut pada melepasnya daerah-daerah di kekuasaan mataram, sultan agung merupakan seorang pahlawan besar.

Semangat itulah yang seakan diwarisi oleh Diponegoro, perang melawan belanda yang dilakukan pada tahun 1825 sampai 1830 merupakan sebuah peperangan terbesar yang dialami bangsa indonesia maupun bangsa belanda. Karena besar perang ini, belanda sampai menyebut perang ini sebagai perang jawa, bukan sekadar perang diponegoro.

Perang melawan belanda yang ditunjukkan sultan agung maupun diponegoro merupakan salah satu bentuk penolakan segala bentuk intervensi asing yang masuk ke tanah jawa. Apalagi saat itu kerajaan mataram islam merupakan sebuah kerajaan besar. Sebagai sebuah kerajaan di dalam (bukan kerajaan pesisir, seperti majapahit atau demak) Mataram Islam mempunyai potensi sebagai kerajaan yang lebih besar lagi dibandingkan dengan Mataram Budha (dibawah dinasti Syailendra yang membangun Candi Borobudur) maupun Mataram Hindu (dibawah dinasti Sanjaya yang membangun Candi Prambanan). Sebelum mataram islam membangun dirinya dan menjadi besar, belanda datang dengan sikap kolonialisme nya..... setelah sultan agung gagal menaklukkan belanda, tantangan itu jatuh ke tangan diponegoro.

Penolakan diponegoro dimulai dengan masuknya intervensi belanda di kesultanan yogyakarta. (fyi mataram islam sudah terpecah menjadi kesultanan yogyakarta dengan kasunan surakarta). Hal ini terlihat dengan adanya Residen Belanda yang turut mempengaruhi roda pemerintahan saat itu. belum lagi dengan sikap bangsa belanja yang menghiraukan adat istiadat setempat dan mengeksploitasi rakyat. Keberpihakan diponegoro pada rakyat merupakan pilihan sikap sang pangeran yang lebih mencintai rakyatnya daripada tahta dan harta benda.

Pemicu perang diponegoro adalah pembangunan rel kereta api oleh belanda di tegalrejo, suatu daerah dimana diponegoro menghabiskan waktunya bersama eyang buyutnya, bukan bertempat di dalam benteng kraton layaknya sang priyayi. tinggal di tegal rejo juga menunjukkan sikap kedekatan sang diponegoro kepada rakyat sekaligus mempelajari ajaran agama.

Ketika perang berkobar pun, dukungan rakyat pada diponegoro sangat terbukti. Diponegoro mampu memperoleh dukungan dari banyak rakyat di berbagai tempat, tak hanya wilayah jogja semata. Banyak senopati (komandan) dan alim ulama yang mengambil peran membantu pasukan diponegoro di garis peperangan. Dukungan ini bukan semata-mata karena gelar pangeran yang ia sandang tapi lebih pada semangat perang sabil, yang selalu ia kobarkan.

Besarnya perang diponegoro juga membuktikan bahwa ia bukan pahlawan kelas kampung seperti si pitung, yang hanya terkenal di Kampung Marunda, Jakarta Utara. Semangat yang ia kobarkan bukan juga karena mempertahankan hukum adat (seperti hukum tawan karang di bali) apalagi hanya sekadar perebutan wilayah ekonomi (seperi hasanudin). perang diponegoro adalah perang kebangsaan melawan penjajah asing, bukan sekadar perang adat ala perang padri di tanah sumatra.

Penolakan diponegoro terhadap belanda membawa pengaruh yang besar dalam sejarah ke depan. Dalam era paska kemerdekaan, sikap ini diperlihatan sultan hamengku buwono IX, seorang raja kasultanan yogyakarta. Ia menolak opsi pemerintahan yogyakarta yang berada di bawah ratu belanda. Ia memilih bergabung dengan soekarno hatta dan menyatakan bahwa daerah yogyakarta adalah bagian dari wilayah indonesia dengan status istimewa.

foto :
http://foto-foto.com/apahlawan1/diponegoro_1.jpg

Rock d World
rio_nisafa

Thursday, July 17, 2008

PC MAV 14

klik kanan disini lalu klik save target as


Tidak ada antivirus lain yang mampu mengatasi dengan tuntas virus komputer, baik lokal maupun asing, yang banyak menyebar di Indonesia sebaik PCMAV.

Umumnya antivirus yang ada hanya mampu mengenali dan menghapus file yang dideteksi bervirus. PCMAV menyempurnakannya dengan keakuratan pendeteksian yang lebih presisi serta kemampuan menyelamatkan file, dokumen dan sistem yang menjadi sasaran serangan virus hingga kembali pulih 100%.

Dengan PCMAV, Anda akan mendapatkan antivirus yang bukan hanya sekadar mendeteksi namun daya basminya yang tangguh mampu memburu 99.9% virus yang dikenal sampai ke "akar-akarnya" tanpa menimbulkan kerusakan pada file maupun sistem yang terinfeksi.
Perpaduan keunikan fitur serta keakuratan dan kepedulian terhadap keselamatan sistem, file dan dokumen Anda memberi kesempurnaan sebuah antivirus pada PCMAV.

Di setiap edisi Majalah PC Media terbaru yang terbit tiap bulannya,kami senantiasa menyempurnakan PCMAV ini dengan kemampuan dan fitur baru demi menjadikan PCMAV sebagai antivirus yang sesuai kebutuhan Anda, pembaca setia Majalah PC Media. Dan menjadi kebanggaan Indonesia.