" Waduhhhh..." ujar teman mengeluh. Rupanya Listrik di kantor kami tiba-tiba putus. Dan satu-dua detik kemudian listrik kembali hidup. Ia mengeluhkan bahwa dengan kondisi tersebut, akan membuat komputer akan rusak. Menurut seorang teman, listrik yang tidak stabil tersebut akan membuat mainboard akan hangus, begitu juga prosesor. Bahkan hard disk pun rentan akan macet. Memang ada baiknya ada stabillizer di setiap komputer. Tetapi ini hanya sebagai langkah antisipasi, bukan sebuah solusi.
Dalam skala yang lebih besar, kerusakan yang ditimbulkan dari ketidakstabilan listrik ini juga membawa pengaruh yang tidak kecil pula. Sebuah perkampungan di kota Jogja mengadu kepada PLN setempat bahwa beberapa pesawat TV dan beberapa peralatan elektornik rusak. Naik turun daya listrik telah membuat tabung Televisi meledak dan mengeluarkan bau hangus. Tak ayal lagi, pesawat televisi itupun tak bisa diperbaiki kembali. Bahkan YLKI sebagai lembaga advokasi konsumen pun membawa kasus ini pada peradilan.
Hidup di tengah ketergantungan teknologi (bahkan untuk sumber daya listik sekalipun) memang tidak nyaman. Tetapi tidak nyaman lagi adalah adanya ketidakstabilan. Bukan hanya listrik. tetapi di semua bidang. Dalam bahasa politik, orang menyebutnya Inkosistensi. Orang Jawa pun punya parikan (=sejenis pantun, namun lebih singkat) " Esuk Tempe, Sore Dele".
Dalam kondisi tersebut, bekerja dengan komputer saja bisa menimbulkan stress. Apakah file-nya sudah di-save ?, Apakah komputer akan start ke safe mode ? Jangan-jangan ada bau hangus dari belalkang CPU ? "
Itu baru dengan komputer, benda mati. Sulit dibayangkan Bagaimana bekerja dengan adanya keputusan yang sangat cepat berubah ?? Bekerja dengan dengan team, berhubungan dengan pihak lain supplier, agency dan sebagainya), waktu yang semakin mendesak, yang tuntutan yang terus memburu, mood yang turun, emosi juga akan terbawa.
Soal kepercayaan ........ ?? Entahlah, saya sudah capek.
jakarta, 6 April 2005, 23.12
Rock d World
rio_nisafa
Kumpulan dari catatan kecil yang sering berserak di harddisk komputer, inbox sms, draft email, agenda kerja, notes, dan sebagainya...
Thursday, April 07, 2005
Saturday, March 26, 2005
Cerita Tentang Larangan Merokok
Minggu sore, ku sempat jalan-jalan seore di PIM (Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan). Sebuah kebiasaan setiap akhir pekan, aku gunakan waktu untuk jalan-jalan di shopping Mall. Di Lantai Tiga PIM, disebuah coffee shop, mataku tertuju sebuah papan bertuliskan " Untuk Menjaga Rasa dan Aroma Kopi, mohon untuk tidak menyalakan rokok di ...... "
Sebuah pesan yang menarik sekaligus mengena. Sebenarnya pesan tersebut tak ubahnya kalimat "Dilarang Merokok". Larangan tersebut sangat lazim ditempatkan di area publik. Tetapi di sebuah cafe, resto, coffee shop, dan food bazaar larang tersebut jarang dijumpai. Maklum rokok merupakan "teman terbaik" setelah makan berat dan sembari ngobrol. Terlepas adanya Perda Gubernur DKI tentang larangan rokok di tempat-tempat umum dan denda 50 juta.
Nilai lebih dari pesan tersebut adalah meninggalkan simbol-simbol dan kata-kata yang teramat basi. Larangan merokok meman tidak harus mengunakan icon rokok yang disilang (atau dalam lingkaram merah bergaris miring) yang sudah teramat basi. Atau dengan kata-kata lugas Dilarang Merokok atau No Smoking. Bahkan hal tersebut telah menjadi joke lama, bahwa pom benzin dalam bahasa Inggris adalah "No Smoking"
Dalam ilmu komunikasi terlebih periklanan, hal tersebut akan selalu menjadi kajian yang sangat menarik. Sebuah pesan yang ingin disampaikan dapat diungkapkan dengan berbagai macam. baik melalui kata-kata, gambar, ekspresi wajah, gestur tubuh dan sebagainya. Apa yang ingin dikatakan ("What to say") juga harus diikuti bagaimana mengatakan secara tepat ("How to say"). Hal ini membutuhkan sebuah kreatifitas dan bukan perkara gampang. Sebuah campaign dari advertising agency akan diuji di mata klien dan konsumen.
Semua iklan kecap ingin mengklaim sebagai kecap no 1. Tak ada kecap no 2, no 3 atau no 9. Semua perusahaan kecap memang ingin berteriak lantang di setiap iklannya bahwa kecap ini adalah kecap no. 1. Tetapi bagaimana mengkomunikasikan kepada publik secara tepat tidaklah mudah.
Rock d World
rio_nisafa
Sebuah pesan yang menarik sekaligus mengena. Sebenarnya pesan tersebut tak ubahnya kalimat "Dilarang Merokok". Larangan tersebut sangat lazim ditempatkan di area publik. Tetapi di sebuah cafe, resto, coffee shop, dan food bazaar larang tersebut jarang dijumpai. Maklum rokok merupakan "teman terbaik" setelah makan berat dan sembari ngobrol. Terlepas adanya Perda Gubernur DKI tentang larangan rokok di tempat-tempat umum dan denda 50 juta.
Nilai lebih dari pesan tersebut adalah meninggalkan simbol-simbol dan kata-kata yang teramat basi. Larangan merokok meman tidak harus mengunakan icon rokok yang disilang (atau dalam lingkaram merah bergaris miring) yang sudah teramat basi. Atau dengan kata-kata lugas Dilarang Merokok atau No Smoking. Bahkan hal tersebut telah menjadi joke lama, bahwa pom benzin dalam bahasa Inggris adalah "No Smoking"
Dalam ilmu komunikasi terlebih periklanan, hal tersebut akan selalu menjadi kajian yang sangat menarik. Sebuah pesan yang ingin disampaikan dapat diungkapkan dengan berbagai macam. baik melalui kata-kata, gambar, ekspresi wajah, gestur tubuh dan sebagainya. Apa yang ingin dikatakan ("What to say") juga harus diikuti bagaimana mengatakan secara tepat ("How to say"). Hal ini membutuhkan sebuah kreatifitas dan bukan perkara gampang. Sebuah campaign dari advertising agency akan diuji di mata klien dan konsumen.
Semua iklan kecap ingin mengklaim sebagai kecap no 1. Tak ada kecap no 2, no 3 atau no 9. Semua perusahaan kecap memang ingin berteriak lantang di setiap iklannya bahwa kecap ini adalah kecap no. 1. Tetapi bagaimana mengkomunikasikan kepada publik secara tepat tidaklah mudah.
Rock d World
rio_nisafa
Tuesday, February 08, 2005
Cerita tentang Bujangan
Suatu malam di depan TV, seorang teman berkomentar... " Masak sich, acara MTV Bujang disponsori oleh Kondom Fiesta ? " Aku hanya tersenyum dan menjawab singkat " Emang bujang nggak boleh pake kondom ? ". Karena sama2 bujangan dan kerja di bidang periklanan, selanjutnya kami berdiskusi lebih lanjut mengenai brand awardness, target market, media strategi dan sebagainya.
Tapi masalahnya sebenarnya adalah bukan soal kondom atau iklan. Tetapi menyangkut berbagai realitas yang kita hadapi. Kata bujang, yang menjadi awal diskusi, harus didefinisi ulang. Bujang kini harus diartikan sebagai status sosial, dengan kata lain harus benar-benar dipisahkan dengan status susila. Bujang mengacu pada persoalan bahwa seorang lelaki belom menikah dan Perjaka merujuk pada apakah seseorang pernah melakukan hubungan sex atau belom. Dan dari sisilah seharusnya jawaban atas pertanyaan penamaan MTV Bujang terjawab. Dengan bahasa yang lebih sederhana bujang berbeda dengan perjaka. that's all.
Sama seperti halnya menikah dengan kawin. Dalam terminologi bahasa, kawin lebih merujuk pada tataran biologis, sebuah kebutuhan yang secara natural dimiliki oleh setiap mahluk hidup untuk regenerasi. Sedangkan menikah berada tataran sosial, ketika dua orang diikat secara agama (akad nikah), hukum (KUA) sosial (resepsi pernikahan) dan kultur (adat pernikahan). Untuk bisa kawin, dua orang tersebut harus terikat dengan pernikahan.
Dan kini, kata nikah dan kawin harus dibedakan juga. Hal ini terlihat dari banyaknya kasus freesex, hamil di luar nikah, single parent, selingkuh, zina hingga pelacuran.
Jika bahasa merujuk pada konstruksi sosial dalam masyarakatnya, realitas apakah yang sedang di dalam diri kita ???
Rock d World
rio_nisafa
rio_nisafa
Monday, February 07, 2005
Puisi : Jakarta
kulihat jakarta dari sisa kaki langit
bersama gelap malam yang tak berbintang.
jakarta adalah dua sungai sejajar
lelehan darah dan kilau emas
terangkum dalam dekapan perjalanan.
jakarta, 7 feb 05, 9.20 am
Rock d World
rio_nisafa
rio_nisafa
Friday, January 28, 2005
puisi : LELAH 1
aku lelah
sebentar lagi kan menyerah
dan tlah tertahan kalah
semua memojokkanku di sudut salah
serasa jantung tertanam panah
malaikat mautpun berjalan padaku terarah.
aahhh.... ^-^-^-^-------------------
Tuesday, January 18, 2005
Puisi : Teh Poci Simpang Lima
Secangkir kehangatan yang kau tawarkan,
Tak sebanding dengan samudra panas yang akan kuterima.
Semrang, 14 januari 05.
Thursday, January 13, 2005
PUISI : BANDUNG
BANDUNG
Segenggam rindupun tak cukup bagiku sebagai bekal perjalanan ke kota ini.
Harusnya kusiapkan hati yang lapang, setumpuk ketabahan dan sebuah ketegaran jiwa.
bandung, 8 jan 05, 12.46
Rock d World
rio_nisafa
rio_nisafa
Tuesday, January 04, 2005
PUISI : ACEH 1
ACEH 1
Ketegaran Aceh hanya takluk oleh kekuataan dan kebesaran alam,
Bukan pada meriam Belanda, otonomi Soekarno, pemerataan Soeharto atau tentara Yoedhoyono
Rock d World
rio_nisafa
Ketegaran Aceh hanya takluk oleh kekuataan dan kebesaran alam,
Bukan pada meriam Belanda, otonomi Soekarno, pemerataan Soeharto atau tentara Yoedhoyono
Rock d World
rio_nisafa
PUISI : TSUNAMI
TSUNAMI
Sebuah duka terkabar, luka aceh kembali tersiar
Tanah bergetar, Ombak menggelegar
Orang terkapar dan di kejar lapar
Kita tersadar ???
Tanah bergetar, Ombak menggelegar
Orang terkapar dan di kejar lapar
Kita tersadar ???
jakarta, 31 Desember 2004
Rock d World
rio_nisafa
rio_nisafa
Monday, December 27, 2004
PUISI : KARENA AKU DAN KAMU
Karena Aku dan Kamu ...
Skali lagi ingin ku ucapkan padamu
Menjauhlah dari setiap hidupku
Menjauhlah dari setiap hidupku
Sadarlah atau bebalkah dirimu
Untuk dengarkan semua pintaku
Untuk dengarkan semua pintaku
Jangan kau paksakan tuk jemput diriku
Apalagi kau bayar semua hutangku
Apalagi kau bayar semua hutangku
Biarkan aku bebas tanpa miscallmu
Cobalah untuk mulai tinggalkanku
Cobalah untuk mulai tinggalkanku
Reff
Karena Aku dan Kamu tak kan bersatu
Karena Aku dan Kamu tak bisa bersama
Karena Aku dan Kamu ... sama-sama lelaki.
Karena Aku dan Kamu tak kan bersatu
Karena Aku dan Kamu tak bisa bersama
Karena Aku dan Kamu ... sama-sama lelaki.
CERITA TENTANG TANGGUNG JAWAB
Seorang teman memberi saran yang lirih pada seseorang dalam waktu rapat. Dengan lirih ia berkata " hei, si konsumsi belum di bicarakan ". Lalu yang mendengar
membalasnya " diem aja. Dari pada kamu usul. Ntar kamu sendiri yang jadi sie konsumsi."
membalasnya " diem aja. Dari pada kamu usul. Ntar kamu sendiri yang jadi sie konsumsi."
ya, ini hanyalah sekedar contoh ringan bahwa perkataan di forum / rapat akan membawa dampak yang besar bagi diri kita. seorang kawan juga pernah bercerita kalo ada orang yang cumanya usul terus, tapi nggak bisa ngerjain.
Aku sendiri jadi pusing waktu itu. Dan itu semakin menguatkan kesan di diriku bahwa orang yang berani usul, harus berani ngelakukan dan juga harus berani
tanggung jawab.
tanggung jawab.
Hal terakhir inilah yang membuatku semakin pusing belakanagan. kata tangjung jawab. Seolah aku harus menarik atau mencari makna di balik kata tanggung
jawab.
jawab.
Pada awalnya tanggung jawab adalah sesuatu yang menakutkan. Seperti seorang melakukan sesuatu dan ia ragu. Tapi ia kemudian diyakinkan bahwa ada orang lain
yang menanggungnya. Seolah pekerjaan yang ia lakukan akan selesai jika ada orang lain yang menangungnya (atau bertanggung jawab.)
yang menanggungnya. Seolah pekerjaan yang ia lakukan akan selesai jika ada orang lain yang menangungnya (atau bertanggung jawab.)
Atau yang paling parah kalo ada istilah cowok yang nggak bertanggung jawab. kesannya cowok ini mengamili pacar atau siapapun dan kemudian nggak mau atau
belum mau menikahinya.
belum mau menikahinya.
Bayangkan tanggung jawab berarti harus menikah, terlepas apakah ia sudah making love sesudah atau sebelum pernikahan. Parahnya apakah jika si cewek
tidak hamil apakah akan ada istilah cowok yang bertanggung jawab ??
tidak hamil apakah akan ada istilah cowok yang bertanggung jawab ??
Aku semkin pusing dengan kata tangung jawab, lalu aku mencarinya di kamus bahasa inggris. yang artinya responsibility. Dan aku coba menariknya responsibility
bisa berarti kemampuan menangkap respon, sesuatu hal di luar diri kita. Apa yang kita lakukan adalah hasil rangsangan dari suatu hal di luar diri kita. Tapi
peratnyaanku kemudian, apakah yang kita lakukan itu masih menjadi milik kita ? Atau kita hanya bereaksi saja tanpa harus berpikir apapun dari reaksi kita
terhadap suatu aksi? Ataukah responsibility berarti kemampuan kita untuk berbuat sesuatu dan kemudaian menilainya?
bisa berarti kemampuan menangkap respon, sesuatu hal di luar diri kita. Apa yang kita lakukan adalah hasil rangsangan dari suatu hal di luar diri kita. Tapi
peratnyaanku kemudian, apakah yang kita lakukan itu masih menjadi milik kita ? Atau kita hanya bereaksi saja tanpa harus berpikir apapun dari reaksi kita
terhadap suatu aksi? Ataukah responsibility berarti kemampuan kita untuk berbuat sesuatu dan kemudaian menilainya?
Dan ada satu hal lagi yang membuatku sangat sangatpaling pusing. Awal semester ini, aku mau bayar SPP dengan uangku sendiri. Aku harusnya lulus satu
semester yang lalu, tapi karena aku sibuk cari kerja, skripsi nggak jadi-jadi. Toh, aku nggak lulus karena aku sendiri yang nggak bisa fokus sama skripsi. Dan bayar SPP sendiri dari uang gajiku yang nggak seberapa itu adalah salah satu bentuk tanggung jawabku kenapa aku lulus nggak sesuia target.
semester yang lalu, tapi karena aku sibuk cari kerja, skripsi nggak jadi-jadi. Toh, aku nggak lulus karena aku sendiri yang nggak bisa fokus sama skripsi. Dan bayar SPP sendiri dari uang gajiku yang nggak seberapa itu adalah salah satu bentuk tanggung jawabku kenapa aku lulus nggak sesuia target.
Tapi orang tuaku marah besar. Mereka tetap nggak terima kalo aku bayar pake uang sendiri. Mereka bilang kalo mereka masih kuat bayarin aku SPP. Dan pendidikan adalah tanggung jawab mereka, sebelum aku nikah. Mereka juga ngomong - ini yang buat aku pusing - kalo mereka juga ingin aku lebih bertanggung jawab, supaya aku cepet=cepet wisuda.
Aku maskin pusiiiiiiiiiiiing!!!
Ada komentar ??
Rock d World
rio_nisafa
rio_nisafa
CERITA TENTANG DESA KOTA
Seorang kawan pernah bercerita dengan nada kesal.Suatu ketika ia pergi ke sebuah daerah pedesaan, tepatnya bukan kota. Ia bertanya pada seseorang yang
ditemui di jalan mengenai seberapa jauh lagi tempat yang ia tuju.
ditemui di jalan mengenai seberapa jauh lagi tempat yang ia tuju.
Orang desa bilang kalo tempat itu sudah deket. tinggal beberapa kilo lagi. Tapi yang temenku temui adalah tempat itu masih jauh, sangat jauh tepatnya.
Yang menjadikan ia kesal adalah bagaimana tempat yang jauh itu, bisa dikatakan dekat oleh orang desa, tempat ia bertanya.
Kawan... Pernahkah kita berpikir, kita, orang kota menjadi sedemikan sombong dengan orang-orang desa yang telah menolong kita. Mereka memberikan arah kemana kita pergi namun kita menjawabnya " Orang itu tadi ngawur. Tempatnya masih jauh. Kok dibilang udah deket ".
kawan...Kita ternyata udah sombong dengan berbagai standar yang udah kita bikin. Kita mengenal suatu tempat hanya berdasarkan jarak. ukuran berapa
kilometer lagi suatu tempat itu kita tempuh.
kilometer lagi suatu tempat itu kita tempuh.
Mungkin ada benarnya kalo orang desa mengenal daerahnya (mungkin juga tetangga desa) lebih jauh daripada kita yang dikota mengenal tetangga di samping rumah
kita.
kita.
Mungkin ini adalah gambara singkat bahwa jarak adaah sebuah hal yang sangat relatif. Bisa jauh namun dalam waktu bersamaan dapat dibilang dekat.
Suatu waktu aku harus dateng ke rumah temen yang ada di belakang UPN Concat. Di telepon ia ngasih tau lewat jalan seturan YKPN. Dan sewaktu aku pergi ke sana. Rumah temenku dapat dibilang sangat-sangat jauh. Aku harus ke jalan solo, lalu belok ke utara ke arah seturan - tepatnya setelah papan nama YKPN. Suatu
jarak yang sangat jauh.
jarak yang sangat jauh.
Namun ketika pulang, ternyata rumah temenku di belakang UPN itu sangat deket. Pulangnya aku lewat seturan, selokan mataram sampai kampus UGm dan
menjalahni rute seperti aku pulang dari kampus.
menjalahni rute seperti aku pulang dari kampus.
Ternyata jarak bulan persoalan berapa kilo yang harus kita tempuh. Atau berapa lama kita dalam perjalanan. Tetapi seberapa jauh (atau dekat) kita mengenal tempat itu.
Dan pebedaan antara orang kota dan desa dalam memandang jarak adalah orang desa lebih mengenal sebuah tempat secara lebih mendalam. Sekaligus
gambaran orang kota yang picik akan hitungan angka di speedometer.
gambaran orang kota yang picik akan hitungan angka di speedometer.
Ada komentar???
Rock d World
rio_nisafa
rio_nisafa
PUISI : DAN
Dan iblispun bertanya " malaukat mana yang bisa menaklukkan hatimu ?"
Akupun menjawab " ia bukan malaikat, hanya seorang wanita sahaja yang singgah di hatiku ".
CERITA TENTANG TAHUN BARU
Suatu ketika aku pernah membaca cerita tentang Tahun baru dari Majalah Donald Bebek. Diceritakan Paman Donal tengah berencana untuk berbuat sesuatu yang lebih baik di tahun baru itu. Ia telah berjanji pada diri agar semua hal ia lakukan ditahun mendatang lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya.
Namun sikap malasnya dan kenakalan ketiga keponakannya menjadikan Donald gagal melakukan apa yang telah ia rencanakan.
Dari cerita itu, aku teringat bahwa alangkah baiknya kita membuat rencana pada awal tahun, sebagai pedoman untuk melangkah di tahun mendatang. Bahwa donald, yang selalu malas, pesimis, dan selalu sial itu saja membuat berbagai perbaikan atas dirinya. Namun yang namanya Donald, ia selalu gagal dalam stiap hal.
Untuk itu, tahun 1998 aku membeli sebuah agenda kecil di KOPMA, dan aku mulai mengisi untuk sepanjang tahun mengenai apa yang harus aku lakukan untuk satu tahun itu.Dan agenda itu penuh dengan berbagai jadwal bayar SPP, KRS,ujian, hingga seminar.
Dan di akhir 2001, aku juga membeli agenda untuk tahun 2002, ketika aku mencoba memilih agenda, ada agenda kerja yang cukup besar. Di dalamnya ada berbagaitabel, grafik hingga laporan keuangan. Yang aku bayangkan orang yang punya agenda itu selalu merencanakan berbagai aktivitasnya dalam setahun.
Sedangkan aku, selama beberapa tahun ini, hanya mencatat apa-apa yang telah direncanakan oleh orang lain, seperti jadwal kuliah atau jadwal seminar.
Rock d World
rio_nisafa
rio_nisafa
CERITA TENTANG KOBOI DAN RADEN
Dua orang berdiri berhadapan-hadapan. Setelah saling menatap tajam, kedua segera berpunggungan dan mengambil 10 langkah. Dan dorrrr!!! (atau bang!!).
Letusan pistol meledak ketika kaki telah melangkan untuk yang kesepuluh.
Letusan pistol meledak ketika kaki telah melangkan untuk yang kesepuluh.
Cerita di atas hanyalah sepenggal scene dari sebuah film koboi. Figur koboi yang hidup di alam bebas, dengan senjata di pinggang, dan dengan sejuta
kebebasan yang dimilikinya.
kebebasan yang dimilikinya.
Tak ada yang salah di dalam scene sang koboi. Yang ada hanyalah ia harus menenteng pistol di kedua pinggangnya. Dan seolah hendak memperlihatkan seberapa
cepat ia mampu menembak suatu obyek. Seorang teman yang mengidolakan Lucky Luke bahkan menyatakan koboi jagoannya mampu menembak lebih cepat dari bayangannya sendiri.
cepat ia mampu menembak suatu obyek. Seorang teman yang mengidolakan Lucky Luke bahkan menyatakan koboi jagoannya mampu menembak lebih cepat dari bayangannya sendiri.
Dan begitulah budaya bangsa koboi ( baca Amerika Serikat) menonjolkan diri sendiri merupakan hal yang wajar. Apalagi dengan apa yang menurutnya pantas
dibanggakan. Pistol yang mengantung di pinggangnya serta puluhan peluru yang melingkar di ikat pinggangnya sebenarnya hendak menunjukkan bahwa
dirinya adalah jago tembak. Mencalonkan diri sebagai presiden, Gubernur atau apapun bukanlah hal yang haram dilakukan.
dibanggakan. Pistol yang mengantung di pinggangnya serta puluhan peluru yang melingkar di ikat pinggangnya sebenarnya hendak menunjukkan bahwa
dirinya adalah jago tembak. Mencalonkan diri sebagai presiden, Gubernur atau apapun bukanlah hal yang haram dilakukan.
Dan ketika ia dihadapkan pada musuh, iapun menghadapinya dengan caranya tersendiri. Membuka ajang peperangan secara frontal. Saling mengadu pandang
sebelum mengambil langkah ke sepuluh bukan hanya menyadarkan akan adanya musuh di depan mata, tetapi juga meyakinkan bahwa dirinyalah yang terhebat. Dan
bisa dimaklumi jika iklan-iklan di negara koboi itu berusaha menjatuhkan brand/merk dari produk kompetitor secara vulgar.
sebelum mengambil langkah ke sepuluh bukan hanya menyadarkan akan adanya musuh di depan mata, tetapi juga meyakinkan bahwa dirinyalah yang terhebat. Dan
bisa dimaklumi jika iklan-iklan di negara koboi itu berusaha menjatuhkan brand/merk dari produk kompetitor secara vulgar.
Jauh dari tanah western (di titanic disebut tanah impian) seseorang di jawa tampak selalu tersenyum renyah , saling memberikan bantuan dengan sesama, atau
sekadar menyilahkan satu sama satu.
sekadar menyilahkan satu sama satu.
Tetapi ia akan selalu membawa kerisnya di belakang punggung. Senjata tajam yang ia sembunyikan di balik tubuh dan baju yang ia kenakan. Dan tak tahu pula pada siapa ia akan ditusuknya pula. Dan dari arah mana keris itu akan ditusukkan.
Ada komentar????
Rock d World
rio_nisafa
rio_nisafa
CERITA TENTANG PUASA
Tak terasa bulan ramadahan telah kita masuki. Pengajian songsong ramadhan pun telah dilaksanakan masjid di kampung beberapa hari yang lalu. Dan kemarin, orang-orang menyibukkan diri dengan ritual padusan, sehari sebelum bulan suci.
Seiring datangnya Bulan ramadhan, ibadah puasapun diwajibkan kepada orang yang beriman. Dan jika hakekat puasa adalah pengendalian diri, maka seharusnyalah kita mampu menjaga diri kita. Baik dalam tutur kata maupun perilaku.
Dan salah jalan adalah dengan melatih kesederhanaan. Nabi Muhammad SAW memberi contoh kesederhanaan dalam berbuka puasa. Hanya dengan 2-3 biji kurma dan segelas air.
Seiring datangnya Bulan ramadhan, ibadah puasapun diwajibkan kepada orang yang beriman. Dan jika hakekat puasa adalah pengendalian diri, maka seharusnyalah kita mampu menjaga diri kita. Baik dalam tutur kata maupun perilaku.
Dan salah jalan adalah dengan melatih kesederhanaan. Nabi Muhammad SAW memberi contoh kesederhanaan dalam berbuka puasa. Hanya dengan 2-3 biji kurma dan segelas air.
Namun apa yang kita makan selama berbuka puasa di rumah ? Atau bahkan di masjid-masjid sekalipun ?. Biasanya kita berbuka puasa dengan makan2 enak dan banyak. Bukan dengan buah kurma dan air putih, tetapi dengan satu piring penuh nasi dengan semua lauk pauknya dan ditambah dengan minuman menyegarkan, seperti kelapa muda atau pudding. Yang bisa jadi justru melebihi porsi makan siang kita selama di luar Bulan Ramadhan.
Maka sangat ironis memang. Bahkan berita menjelang bulan puasa menyatakan bahwa pemerintah (dalam hal ini bulog) telah mencukupi persediaan sembako. Bukankah suatu hal yang aneh, jika selama bulan ramadahan kita hanya 2 kali makan (sahur dan berbuka ) tapi tingkat konsumsi lebih tinggi dari pola makan 3 kali (pagi-siang-malam).
Maka tak salah jika berbuka puasa, kita maknai sebagai upaya balas dendam. Sebuah pelampiasan karena kita tidak diperkenankan makan minun pada waktu siang hari. Dan namanya pelampiasanpun memang selalu sangat berlebihan. Jauh dari hakekat puasa, yakni pengendalian diri.
Jika hakekat puasa ternyata salah ditafsirkan oleh kita. Bagaimana kita mampu menjadi orang yang bertakwa ? Bagaimana kita mampu terlahir secara suci pada hari Raya ? Sekaligus meningkat kualitas iman dan islam pada bulan syawal ?
Semoga kita dapat memahami dan menjalani hakekat puasa, Amin.
Friday, December 24, 2004
PUISI : YANG KURINDUKAN
yang kurindukan hanyalah senyum di garis bibirmu,
bukan di dalam sudut bayangku.
bukan di dalam sudut bayangku.
PUISI : RAMADHAN
Ramadhan 1
Bulan suci telah mengetuk jendela hati kita
Akankah kita iklas membukanya ?
Ramadhan 2
Fajar merah masih terbentang di timur
Siapkah kita melawan teriknya kemudian waktu ?
Ramadhan 3
Kita mungkin mampu menahan panas mentari
Tetapi bagaimana dengan gerahnya hati kita ?
Ramadhan 4
Gema azdan di bayang senja telah berkumandang
Mampukan kita untuk tetap menjaga hati ?
Ramadhan 5
Bintang lelap di peraduan dewi malam
Apakah jiwa kita masih menyebut nama-Nya ?
PUISI : DOA DI PENGHUJUNG PUASA
Izrail, sampaikan pada rab-mu
ijinkan aku kembali menemui ramadhan.
cirebon13 nov 04, 01.02 am
Subscribe to:
Posts (Atom)