Kumpulan dari catatan kecil yang sering berserak di harddisk komputer, inbox sms, draft email, agenda kerja, notes, dan sebagainya...
Saturday, March 31, 2007
Cita-cita, Mimpi, Obsesi
A. Cita-Cita (masa kecil)
1. Astronot
Siapa tak kenal Neil Amstrong atau Yuri Gagarin ? Saya sudah mengenal dua nama astronot (atau kosmonot) sejak jaman SD. Nama mereka ada dan selalu hadir di buku IPA. Bahkan nama mereka juga harum di catatan sejarah sebagai orang pertama yang mendarat di bulan dan orang pertama yang tinggal di luar angkasa.
Bagi saya yang masih kecil tersebut menjadi astronot adalah hal yang sangat keren, meninggalkan bumi menjelajah misteri ruang angaksa yang maha luas. Buku-buku mengenai astrnomipun saya lahap. Tentunya yang bergambar dan penuh warna warna. Langit yang gelap, bintang yang gemerlap, komet dengan ekor indahnya, serta susunan planet dalam tata surya telah menggugah keingintahuan saya dan memutuskan bercita-cita mengunakan pakaian seperti robot, berhelm kaca, dengan tabung oksigen, dan menapakkan kaki di planet baru.
2. Sekjen PBB
Apakah jabatan paling tinggi dan berkuasa di dunia ? Jika pertanyaan ini diajukan pada saya saat beberapa belas tahun silam, maka saya akan menjawab sekjen PBB. Menjabat sebagai sekjen PBB seolah menjadi presidennya presiden, menjadi atasan seluruh kepala negara dan pemerintahan di di seluruh negara di di atas dunia (hahahah... aku lah yang berkuasa).
Tapi inilah salah satu sikap naif kekanak-kanakan saya. Mungkin juga karena guru IPS di SD selalu meminta muridnya (termasuksaya tentunya) untuk menghapal sekjen PBB. Siapa tahu keluar di ujian ebtanas. Klo menghapal president RI jelas gampang sekali, kan saat itu cuman dua.
B. Mimpi (masa muda)
3. Wartawan
Melewati masa remaja tanpa banyak teman, menjadikan saya dekat dengan berbagai bacaan. Selain berlangganan koran di rumah, sayapun kerap mengunjungi perpustakaan daerah di daerah malioboro. Kedekatan dengan media inilah yang menjadikan saya pernah berkeinginan menjadi wartawan. Meliput berbagai peristiwa penting, mengetahu banyak hal dan mengunjungi tempat-tempat baru merupakan daya tarik bagi pofesi ini.
Saat masa SMP-SMA pun, saya telah mulai untuk aktif menulis. Beberapa tulisan termuat di Tabloid Kaca, tabloid dengan segmen pelajar lanjutan, yang diterbitkan oleh Kedaulatan Rakyat Groups. Mulai dari opini, cerpen, hingga berita foto. (bahkan karya kartun saya pun pernah dimuat). Keingginan untuk menjadi wartawan semakin menguat tatkala psikotest yang saya ikuti saat kelas 2 SMA, merekomndasikan saya untuk masuk jurusan komunikasi.
4. Creative Director
Sadar bahwa kekuasaan ideologis saat ini berada di tangga kapitalis, saya sempat berpindah jalur untuk menjadi seorang creative director, seorang pengarah kreatif yang hadir di balik suksesnya sebuah kampanye periklanan. Saat kuliah saya sadar bahwa, iklan (atau marketing communiation secara luas) sebuah produk telah menjadi panduan tersendiri bagi masyarakat luas. Bukan hanya untuk sarana informasi sebuah produk, tetapi juga tawaran image, selera gaya hidup bahkan sebuah pandangan hidup.
Menjadi creative director semakin kuat saat saya menceritakan apa itu creative director di kelas bahasa inggris. Di tempat kursus itu, sang tentor sangat tertarik dengan profesi tersebut dan bertanya beberapa hal (tentunya dalam bahasa inggris). Keinginan tersebut menjadi semakin
tatkala saya menjadi pemenang dari Creative Contest yang diadakan sebuah biro iklan nasional di Jakarta.
C. Obsesi (masa kini)
5. Rock Star
Tak ada yang lebih hebat ketika ribuan pasang mata tertuju pada saya, saat perhatian hanya berfokus pada setiap kata dan gerakan saya, juga saat spot lamp menyorot badan dan sejumlah kamera tanpa lelah terus memburu saya. Itulah obsesi saya untuk menjadi seorang Rock Star. Seorang yang berdiri tegak di atas panggung, bernyanyi lantang dan mampu menghiptotis penggemarnya. Bahkan saat komputer menyalakan MP3, seolah-olah saya menjadi seperti Eet(Edane) yang mempunyai teknik gitar paling jago dan mempunyai atraksi panggung yang sangat khas. Atau seperti Andy(/rif), Armand (GIGI) hingga Bagus (Netral) yang menurut saya adalah rockstar yang tampil all out ketika di stage.
Puluhan band telah saya saksikan dan mereka tampil dalam aksi panggung yang sangat-sangat saya nikmati. Bahkan aksi panggung di televisi pun jarang saya lewatkan. Sayapun sempat mengikuti program TV "Reinkarnasi" di Indosiar, sebuah reality show yang mencari seorang vokalis baru untuk band Evo, yang akan melahirkan seorang Rockstar baru, bukan "idol" apalagi "artis sesaat".
Rock d World!
rio_nisafa
Tuesday, March 13, 2007
[tentang] TIGA BENCANA
Dalam perjalanan pulang tersebut, saya telah melihat tiga bencana sekaligus dalam kurun waktu tak kurang dari tiga jam. Musibah pertama yang saya saksikan adalah gempa bumi yang melanda Jogja dan Klaten pada Mei 2006 lalu. Selanjutnya pesawat Garuda GA 200 yang meledak dan terbakar di Bandara Adisucipto, satu minggu lalu. Terahkir bencana alam puting beliung yang menghajar daerah Lempuyangan, Jogja; sekitar satu bulan silam.
Awalnya, saya dan keluarga memutuskan untuk berkendara mengelilingi danau. Mumpung ada waktu luang dan masih agak sore (sekitar jam 3 sore) kami memutuskan untuk melihat kawasan wisata kuliner tersebut. Namun dalam perjalanan pulang, kami sadar bahwa jalan yang ditempuh berbeda dengan jalan yang diambil ketika berangkat. Kami nyasar ke jalan menuju kota Wonosari, Gunungkidul. Setelah bertanya beberapa kali ke penduduk sekitar, kami pun memutuskan untuk kembali mengambil rute Klaten-Jogja.
Dalam perjalanan tersebut, kami melewati Bayat, Klaten Selatan yang termasuk dalam daerah yang tergolong parah akibat terkena gempa teknonik. Beberapa bangunan masih teronggok begitu saja di kanan kiri jalan yang saya lalui. Sebagian rumah yang roboh akibat gempa masih menyisakan pondasi dan sisa-sisa reruntuhan. Terlihat pula tembok yang pecah dan memperlihatkan ruangan yang telah kosong. Terlihat pula atap rumah yang telah rubuh (atau telah dirubuhkan). Saya menjumpai pula peringatan tertulis pada pagar tembok di sisi jalan "Awas pagar runtuh!".Namun yang lebih menyedihkan, saya masih melihat sebuah tenda berdiri di antara puing-puing rumah. Beragam pertanyaan mengelayut di pikiran saya, apakah tenda itu dipakai si pemilik untuk tidur dan beragam aktifitasnya, atau sekadar untuk menyimpan barang saja? Atau bantuan pemerintah untuk membangun rumah kembali belom sepenuhnya diterima? Atau ada hal lain yang belum saya ketahui?
Setelah kembali pada jalan yang benar (maksud saya jalan Raya Jogja-Solo), saya dan abah memutuskan untuk melihat musibah terbakarnya pesawat Garuda GA 200. Posisi jatuhnya pesawat terletak di dekat Bandara Adisucipto yang searah dengan perjalanan pulang. Saat melintasi Gapura AAU (Akademi Angkatan Udara), saya melihat telah banyak motor parkir di pinggir jalan. Sebuah kertas menempel di sebuah tiang listrik bertuliskan "tempat parkir musibah pesawat terbakar", lengkap dengan gambar pesawat terbang.
Untuk sampai lokasi, saya pun harus berjalan sekitar 500 m dengan melewati pinggir sawah, melompat aliran irigasi, menerobos rimbunan pohon pisang, hingga menyebrangi rel kereta api. Kondisi jalan tak mulus, selain agak licin juga menanjak. Saya merasa kasihan dengan abah ketika harus melewati itu semua. Tapi karena rasa ingin tahu dan banyaknya orang yang ingin menonton, kendala tersebut sedikit tak terasa.Akhirnya saya bisa melihat secara langsung bangkai garuda. Pesawat berada tepat di tengah sawah. Saya melihat dari sekitar jarak 50 meter dan di pinggir sawah. Pita kuning bertuliskan "Police Line"(?) mengelilingi area tersebut. Beberapa POM AU (semacam Polisi Militer?) tampak berjaga-jaga. Badan pesawat sendiri telah hangus dan terbelah, turbin mesin tergeletak sekitar 20 meter dari badan pesawat. Beberapa orang tampak memotong badan pesawat dengan bantuan alat las. Jika angin berhempus ke arah saya, bau karbit akan tercium kuat.
Lokasi jatuhnya Garuda seakan telah menjadi ajang wisata. Saya melihat rombongan keluarga lengkap dengan anak balita, pasangan muda juga terlihat bergandengan, serta beberapa remaja tanggung usia. Bahkan saya melihat seorang penjual balon dan mainan anak. Terlihat pula seorang penjual siomay tengah melayani beberapa pembeli.
Musibah tersebut juga memberi keuntungan buat beberapa pemuda dengan menjadi tukang parkir. Meski dengan seragam warna orange, mereka menarik ongkos lebih kepada pengendara motor. Dua lembar ribuan pun pindah dari dompet saya ke para tukang parkir dadakan. Saat itu, mungkin ada sekitar 100 motor tampak parkir di kanan kiri gapura menuju AAU.
Tentang gapura AAU sendiri, ternyata menyimpang sebuah kenangan tentang bencana lain. Gapura AAU berwujud burung garuda, Dengan bentangan sayap yang lebar. Namun sayap di sebelah timur tampak roboh, akibat angin ribut (bukan angin puting beliung) yang terjadi beberapa tahun silam. Meski telah diperbaiki, namun sayap burung garuda tersebut tampak tidak simetris, sayap kanan lebih merebah dibandingkan sayap sebelahnya.
Setelah melihat bangkai garuda, sayapun melanjutkan perjalanan menuju rumah. Di persimpangan jalan Galeria Mall, saya memutuskan untuk berbelok kiri, padahal jalan ke rumah jalan terus. Saya memutuskan untuk melintasi daerah Lempuyangan. Di daerah tersebut, beberapa minggu lalu, terjadi musibah angin puting beliung yang sangat besar dan meluluh lantakkan sebagian kecil kota Jogja.
Kamipun melintasi di Jembatan Layang (di jakarta disebut fly over) Lempuyangan. Melalui pemandangan dari atas tersebut, kami dapat melihat beberapa atap bangunan tampak melompong kosong. Atap itulah yang saya kira hilang, diterbangkan oleh angin puting beliung. Saya tak tau persis bangunan apa yang atapnya terbang tersebut. Mungkin milik instansi pemerintah atau militer. Di Bioskop Mataram papan baliho yang biasa berdiri 4-5 baliho film, cuma terlihat satu baliho film. Papan baliho tersebut merupakan saksi nyata dari
amukan puting beliung yang melantakkan kota Jogja.Musibah angin puting beliung sebenarnya telah terjadi beberapa minggu lalu. Puing-puing bangunan yang diterbangkan sang angin telah dibersihkan. Begitu juga dengan pohon-pohon yang roboh atau tercabut. Saat bencana terjadi, lalu lintas di sekitarnya mengalami kemacetan akibat pohon yang menutupi jalan.
Sesampainya di rumah, saya hanya bisa tertegun. Kota Jogja (dan juga Indonesia) tengah dilanda musibah yang tidak ada henti-hentinya. Bagi yang beriman, berbagai musibah tersebut adalah ujian dari Yang Maha Tunggal. Doa saya (tentu juga Anda!), bangsa Indonesia bisa tabah dan lolos dari cobaan ini. Amin.
Rock d World!
rio_nisafa
[tentang 07/mar3]
Friday, February 23, 2007
[tentang] Sebut Saya Pembajak!
Pembajakan kaset atau cd tampaknya bukan barang asing bagi kita. Meski merugikan banyak pihak, pembajakan masih saja berlangsung. Para pemain band dan penyanyi pun pernah menggelar demo ala jalanan hingga bertandang ke gedung DPR sebagai ajang kampanye anti pembajakakan. Hampir di setiap kesempatan mereka rajin melafalkan "Jangan Beli Bajakan" dan menaruh logo "stop piracy" di setiap cover belakang kaset/cd.Lalu apa hubungannya dengan saya? Apakah saya juga membajak kaset dan cd ? Tidak!. Saya tak pernah terlibat dalam industri pembajakan. Klo pun saya lebih sering mendengar MP3 itu hanya karena saya meraya lebih sering berada di depan komputer dn bisa memyimpan lebih banyak musik di hardisk hehehehe :p (maafkan saya)
Namun ada kesaman antara saya dengan pembajak kaset/cd. Tidak untuk saat ini, tapi justru pengalaman saya saat meduduki bangku SMP (menduduki? memang jepang menduduki indonesia!). SMP saya adalah smp negeri yang sangat-sangat tidak favorit! Menyedihkan memang, gedungnya berdiri di atas tanah bekas timbunan sampah. sekolahnya tak punya berprestrasi. muridnya tak pernah bermimpi untuk masuk smp ini. klo pun saya masuk, ini karena NEM SD saya tidak cukup untuk masuk SMP Favorit ( moron!) Namun yang paling menyebalkan adalah pelajaran Tata Busana!
Mulai dari kelas satu hingga kelas tiga, mata pelajaran ketrampilan yang diberikan adalah tata busana, baik untuk murid laki-laki maupun perempuan. Bagi saya dan kebanyakan siswa laki-laki, pelajaran ini jelas2 gak terlihat macho. Bandingkan dengan pelajaran di smp lain, elektronik! keren kan. Tapi ya udahlah namanya juga nasib :( Kami pun hanya bisa mengerutu dengan pelajaran ini. Bahkan kami memanggil guru tata busana dengan nama "pak sepul". Sepul sendiri merupakan salah satu onderdil di dalam mesin jahit. Saat ini pun saya sudah lupa dengan nama asli guru tersebut.(sekali lagi, maafkan saya)
Sesuai namanya, kami diajarkan untuk mampu membuat baju sendiri. yaa.. baju seperti seragam smp yang saat itu masih kemeja putih dengan celana pendek biru tua. Baju itu pulalah yang nanti menjadi nilai di ujian akhir. Namun di sebelum membuat baju sesungguhnya kami mengunakan pola baju terlebih pada media kertas sebelum ahkirnya di terapkan di kain untuk kemudian dipotong dan jahit.
Pada pelajaran awal-awal, pola yang kami buatpun mengunakan skala 1:8 atau 1:16 (klo tak salah ingat). Dengan skala ini, tugas kami hampir mirip origami, seni melipat dan mengunting kertas. Polanya pun beragam dari baju kemeja (baik lengan panjang maupun pendek), celana panjang dan pendek hingga rok.
Pada suatu hari, Pak Sepul menugaskan kami untuk segera mengumpulkan pola baju tersebut. Saya dan beberapa murid merasa kelabakan dengan tugas ini. Tugas ini memang telah diberikan beberapa minggu lalu, namun tak ada hasil jadi yang ada di tangan saya. Sang guru meminta agar tugas yang telah selesai dimasukkan dalam amplop diberi nama dan diserahkan ke beliau di ruang guru. Pak Sepul pun meninggalkan kelas, meninggalkan kami yang bingung setengah mati.
Tiba-tiba, entah entah kenapa karib saya waktu itu, Agung mengajak saya untuk mengantarkan tugas2 temen ke ruang kelas. Saya heran, kenapa ia bisa PD seperti itu. Padahal tugasnya juga seperti saya, tidak selesai dan tentu tidak rapi. Tapi, sayapun tak menolak menemani dia ke ruang guru.
Namun belom sampai di ruang guru, Agung justru berbelok ke ruang kelas kosong. Lalu dia mencomot salah satu amplop tugas dan memasukkan dalam sebuah amplopnya lalu memberi nama ia sendiri. ya! ia mengambil tugas milik seorang teman dan mengantikan amplop yang bertulis namanya. Saya sempat terheran-heran dengan ide ini, gila!. wadefak! saya pun akhirnya memngikuti perbuatan terkutuk dan laknat ini! meski saya telah membuat tugas, namun tidak semua tugas saya selesaikan dengan baik, tidak semua pola baju saya buat. hasilnyapun pasti gak karuan, acak kadul, jelek abis.
... Dengan sejuta penyesalan, saya akhirnya mengambil satu amplop juga. Tapi ini juga merupakan pilihan berat. Ampolop siapa yang akan saya "bajak" untuk kemudian diganti sama amplop saya. Terus berpikir siapa yg patut saya bajak. Saya tak punya "musuh" untuk saya korbankan; milik temanpun juga saya merasa bimbang. Tapi entah kenapa saya kemudian mengambil tugas milik Retno. temen perempuan sekelas ini. Saya memilih namanya karena saya kerap mencandainya hehehhe... :p
Dan tugas Retno, yang telah ia kerjakan selama beberapa minggu, pindah ke amplop saya, berikut dengan nama, kelas dan no absensi saya. Amplop Retno dan tugas saya saya masukkan ke dalam saku celana untuk kemudian dimusnahkan.
Kisah pembajakan saya pun selesai dengan rapi. Tak ada "korban" yang merasa dirugikan, saksi kunci pun juga teman saya sendiri sekaligus pelaku 1 dan sebuah rahasia tetap terjaga hingga saat ini. Saat anda membaca kisah pembajakan saya.
Rock d World!
rio_nisafa
Tuesday, February 13, 2007
[tentang] Mendadak (Gila) Dangdut
... lay, lay, lay, lay, lay, lay
... panggil aku si jablay
... abang jarang pulang
... aku jarang dibelai
Saat ini siapa tak kenal lagu "Jablay" di atas?. Sebuah lagu dangdut yang (semakin) melambungkan nama Titi Kamal. Lagu ini semakin menambah deretan prestasi yang telah dicapai salah satu artis sexy ini (setidaknya menurut saya :p).
Lagu "Jablay" sendiri terrangkum dalam Album OST (Original Soundtrack) film "Mendadak Dangdut". Dalam film ini Titi Kamal juga berperan sebagai pemeran utama. Meski film tersebut telah putar di cinema beberapa bulan yang lalu, lagu "Jablay" masih sering terdengar dalam frekuensi yang tinggi.
Titi Kamal memang tak mau disebut sebagai penyanyi dangdut. Sebenarnya saya pun menyayangkan tidak terjunnya Titi Kamal sebagai penyanyi dangdut sekalian. Satu Album dengan hits "Jablay" sepatutnya bisa menjadi modal untuk tampil live di televisi atau panggung hiburan lainnya. Dalam sebuah tayangan infotaiment (damn, ternyata saya nonton juga!), Titi Kamal menyatakan bahwa menyanyi dalam film tersebut tak lebih dari sekadar tuntutan skenario. Mempunyai album rekamanpun merupakan bagian dari pekerjaannya sebagai pemain film.
Namun saya tidak akan membahas film "Mendadak Dangdut" kali ini. Hal ini dikarenakan Toni, sohib saya tidak mengajak saya (atau mentraktir tepat) ke bioskop. Oya, nama di atas adalah nama yang mempengaruhi saya untuk mengenal musik dangdut secara mendalam. Satu tahun tinggal di kontrakan bersamanya, saya rutin menyaksikan program acara KDI dan acara musik dangdut lainnya di televisi. Jadi saya akan membahas lagu-lagu dalam Album "Mendadak Dangdut" saja.
Sebagai album soundtrack, tidak banyak dialog di film yang ditampilkan. Jikapun ada itu hanya dialog ringan yakni "neng ikutan abang ndangdutan yuk? // najis lo!" yang muncul di intro "jablay". Lalu dialog lain semacam announce "selamat datang dangdut mania di seantero pulau gadung//baiklah selanjutnya kita tampilnya seorang asing yang tidak artis lagi.. Nyi Maduma!!" pada lagu "Jablay" dalam versi dangdut remix. Ketika saya perhatikan detail, konyol juga sang mc.
Album ini pun tidak bisa dikatakan sebagai 100% album dangdut . Dari 10 lagu yang ditawarkan, empat lagu di antaranya adalah lagu ber-genre pop dan satu bernama dangdut remix. Dan tidak semuanya mengambil suara dari artis bernama Kurniati Kamalia ini (?). Ada vokal laki-laki yang hadir dalam format musik band.
Beberapa lagu perlu mendapat catatan dari saya. Lagu pertama yang saya ingin bahas tentunya "Jablay". Lagu ini sangat fenomenal sehingga istilah jablay muncul dimana-mana. Saya melihat stiker besar di sebuah bus. Seorang teman juga disapa Jablay. Kekuatan lagu ini memang terletak pada judul "jablay" yang menarik sekaligus "ear cachting". Liriknya pun unik, bertutur tentang seorang perempuan yang jarang dibelai. Konon kata jablay sendiri mempunyai konotasi negatif, semacam wanita murahan.
Lagu "Aduedueh Kakang" yang muncul dalam track ke 8, warna dangdutnya terasa sangat kental. Cengkok Dangdut Titi Kamal pun begitu kuat. Titi Kamal seakan mengerahkan kemampuan vokal terbaiknya dalam lagu ini. Hal ini terdengar melalui alat musik kendang dan instrumen electone yang hadir di intro dan pertengahan lagu.
Sementara lagu "Buronan Cinta" menghadirkan semacam interaksi dengan penonton. Sekilas mirip dengan lagu "Penonton" yang pernah dibawakan Vety Vera berduet Wan Abud atau pertunjukan lenong betawi. Judulnyapun terbilang unik, seakan menginggatkan saya pada lagu dangdut lainnya "Pengemis Cinta" milik Johny Iskandar.
Kritik sosial seakan tampak hadir dalam lagu "Mars Pembantu". Kisah (atau tepatnya derita) para pembantu rumah tangga terekam dengan baik. Tutur lagu ini seakan mewakili perasaan PRT yang nasibnya tetap saja terpuruk. Coba simak reffrainnya yang bergaya pantun "meski banyak padi di sawah, hatiku selalu resah// meski tlah ganti pemerintah, hidupku selalu susah//... oh nasib pembantu"
Lagu terkeren di album ini, menurut saya jatuh pada lagu "Dangdutkah Kita". Nilai sempurnapun layak ditujukan. Lirik dalam lagu ini membawa kita pada nuansa dangdut klasik negeri ini. Dengar aja sepintas reffrain lagunya "Tak ada gubuk derita meski makan sepiring berdua, dan menari-nari bagai boneka dari india". Nama Rhoma Irama, sang raja dangdut, pun terbawa-bawa dalam lagu ini. Hentakan kendang diikuti seruling semakin menambah nuansa klasik pada lagu ini. "Dangdutkah Kita" seolah ingin mengembalikan kita pada "khittah dangdut".
Lagu ini pulakah yang kemudian membawa pertanyaan besar kepada saya, persis sesuai judulnya, "Dangkutkah Kita"... atau lebih tepatnya "Seberapa dangdutkah saya ?" Atau kenapa saya jadi Mendadak (gila) Dangdut ? hehehe.... :p
Dangdut d World!
..eh, salah
Rock d World!
rio_nisafa
[tentang] Konser Ungu : Nuansa Religi dalam bingkai Pop
Konser Ungu di Jogja membawa catatan penting bagi panitia penyelenggara, penonton dan terutama Pasha dkk. Empat hari sebelumnya, konser mereka di Pekalongan membawa 10 korban jiwa. Namun hal tersebut tak membuat mereka membatalkan konser di Stadion Mandala Krida pada pertengahan Desember 2006. Apalagi konser tersebut merupakan penutup rangkaian konser dan ternyata (menurut klaim Ungu) mampu meraup jumlah penonton terbanyak.Dibuka dengan lagu "Surgamu", nuansa konser ini terlihat berbeda dengan konser band2 pop lainnya. Lagu ini sendiri tercantum dalam album yang bertajuk sama dan rilis dalam bulan Ramadhan lalu. Ribuan penonton yang telah menunggu Ungu, langsung turut melantun lagu ini. Meski dengan lirik yang lirih, gema lagu ini begitu terasa. Terutama di bagian di bagian Reffrain. Tak sedikit penonton konser larut dalam takbir, menyebut kebesaran Sang Pencipta.
Setelah lagu pertama digeber, sang vokalis Pasha langsung menyapa sekaligus meminta penonton untuk memanjatkan doa (berupa bacaan surat Al Fatihah) bagi korban konser Ungu. Semua pihak berharap peristiwa beberapa hari silam tak akan terjadi di kota Jogja. Apalagi pemberitaannya cukup kencang diekspos oleh media massa.
"Andai ku tahu", adalah lagu ketiga yang Ungu bawakan. Dan saya semakin merasakan nuansa yang menghanyutkan dalam konser. Lagu ini seakan menyadarkan kita untuk betapa banyak dosa dan kesalahan yang telah kita buat dalam hidup ini. Liriknya sangat menyentuh kesadaran yang paling dalam, musiknya juga masuk banget. Meski saya rasa lirik ini hampir mirip Al-I'tiroof (Sebuah Pengakuan) yang diciptakan oleh Abu Nawas, saya tetap mengacungkan nilai sempurna buat Ungu.
Dari puluhan konser yang pernah saya nikmati, rasanya hanya konser Ungu ini yang begitu kental nuansa religius, tanpa terjebak pada sesuatu yang dogmatis apalagi melihat sesuatu dari sisi salah atau benar semata. Konser memang harus mengajak penontonya untuk nyanyi bersama, mengerakkan badan sesuai irama, tetapi ketika kesadaran akan sesuatu yang lebih besar tersentuh, konser tersebut memiliki nilai lebih. Ungu mampu menunjukkan hal tersebut, meski hanya di dua lagu.
Kalo boleh saya bandingkan, nuansa seperti ini juga pernah saya rasakan ketika saya menyaksikan "Kenduri Cinta", sebuah "pengajian ngepop" yang dibawakan Emha Ainun Najib. Saya bilang ngepop, karena dalam pengajian tersebut juga dilantunkan musik dari "Kyai Kanjeng". Dua kali saya hadir dalam kenduri cinta tersebut, di boulevard kampus UGM, Jogja dan di Taman Ismail Marjuki, Jakarta. Selain gaya bahasa yang mbeling, aksen ngepop yang dibawakan Cak Nun dilihat dengan munculnya "Mbah Surip" seorang penyanyi reggae berusia gaek.
Kembali ke konser, memasuki lagu berikutnya nuansa Ungu yang mellow dan romantik abis mulai muncul. Ditunjang dengan larisnya album mereka ketiga "melayang" dengan hits "Seperti Yang Dulu", "Tercipta Untukku" dan "Pilihan Hatimu" Ungu benar-benar membius para penonton untuk melantunkan lagu bersama. Ribuan ABG yang menikmati konser itu (tidak termasuk saya!) tampak sudah hapal luar kepala lagu-lagu Ungu.
Sayang... durasi konser ini terbilang pendek untuk sebuah band sebesar Ungu. Kurang lebih sepuluh lagu yang mereka bawakan. Lagu "Laguku" yang juga hits di album kedua tidak masuk dalam songlist dalam konser tersebut. Begitu juga dengan lagu "Ciuman Pertama" yang kerap wira-wiri di radio. Bahkan "Demi Waktu" yang menjadi first single mereka di album "melayang". Padahal saya terlanjur mengharapkan lagu ini turut dibawakan Ungu. Namun begitu.... secara keseluruhan, dua acungan jempol patut mereka dapatkan.
Rock d World! rio_nisafa
[tentang] Menatap Langit

Kami pun berharap agar munculnya bintang menjelang jam 24.00 malam ini menjadi pertanda baik bagi saya dan sahabat saya (termasuk Anda!) di tahun 2007. Semoga.
rio_nisafa
[tentang] Kalender

Pergantian tahun dan kalender dan adalah sesuatu yang tak bisa dipisahkan. Kalender memang merupakan penanda dari tanggal, hari atau bulan. Tapi ia juga telah menjadi sesuatu yang mengingatkan kita akan rencana, target bahkan kenangan terhadap sesuatu. Nah, saya pun mempunyai cerita tentang Kalender.
Pada saat SMA dulu, saya mempunyai sebuah kenangan seru perihal Kalender. Maklum saja saat itu juga usia masih belasan, masih punya keceriaan ala remaja (meski sekarang juga masih :p). Saat itu saya masih kelas 2, Bulletin Sekolah "Brata" membagikan kalender dinding sebagai bonus di salah satu edisinya. Itu artinya Kalender (bentar saya hitung dulu) tahun 1995. Wah lama juga yach...
Seinggat saya kalender itu berukuran double poster. Full Colour, tapi designnya standar banget. Bertuliskan nama sekolah lengkap dengan logo-alamat-telepon, foto gedung sekolah, dan foto beberapa kegiatan sekolah. Selain itu lay outnya juga biasa saja. Intinya gak terlalu keren untuk ditempelkan di dinding kamar.
Kami mendapat kalender tersebut pada jam istirahat pertama. Nah, pada jam pelajaran berikutnya... kenakalan masa SMA kami terjadi. Kami sekelas malah tidak tertarik pada pelajaran kesenian yang diajarkan pada jam tersebut. Saya dan teman-teman malah saling memberi tanda tangan tersebut pada kalender tersebut. Saya membubuhkan tanda tangan di tanggal ulang tahun saya pada kalender milik teman. Begitu juga kalender milik saya, ada tanda tangan teman sekelas pada hari kelahirannya.
Bisa dibayangkan jika satu kelas ada 40 murid, betapa ramai dan kacaunya kelas. Setiap murid akan "beredar" dari meja satu ke meja lain untuk membubuhkan tanda tangannya. Seakan tak boleh ada kalender yang terlewat dari tanda tangannya. Kalender tersebut seakan ingin menjadi pemberitahuan bagi masing-masing anak kapan ia berulang tahun. Beberapa teman ada juga yang menambah kata semacam "kesan pesan", tak sekadar tanda tangan.
Kelaspun menjadi ramai dengan tingkah polah saya dan temen-teman. Hal ini ditambah lagi dengan gurauan atau candaan khas anak SMA. Murid yang biasanya bersikap alim seakan-akan ikut tertular perilaku konyol ini. Tak ada teman yang tak membubuhkan namanya di kalender tersebut.
Mungkin pak guru kesenian kami, Bapak Ridwan (itupun klo gak salah) hanya bisa mengelus dada melihat perilaku kami. Pelajaran kesenian yang ia ajarkan menjadi terabaikan. Bahkan bisa jadi teman-teman menganggap jam pelajaran itu sebagai jam kosong. Semoga beliau bisa memaklumi atau bahkan berempati dengan kami sekelas ini.
Rock d World! rio_nisafa
Saturday, December 30, 2006
[tentang] Let's Ride a Bike

rio_nisafa
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Tuesday, November 21, 2006
BIRU (resensi novel Fira B)

Sebuah reuni seharusnya menjadi sebuah gambaran puzzle utuh, setelah sekian lama tercerai berai oleh aktivitas kuliah, kerja, dan rumah tangga. Namun tidak dengan "Biru", sebuah novel besutan Fira Basuki. Reuni SMA Surya yang bertajuk "Biru" akhirnya menjadi kepingan yang tak terpecahkan... menyisakan kepingan yang masih tersebar tanpa membentuk sebuah pola.
Beragam tokoh harus melewati masa tiga bulan (terhitung dari undangan reuni) dengan berbagai rangkaian hidup yang penuh gejolak, tantangan dan persoalan hidup yang tak terpecahkan. Novel yang relatif tebal ini menggambarkan beragam sudut pandang dari para tokoh. Sudut pandang tersebut menjadikan novel ini kaya akan detail dan pengembangan karakter. Masing-masing tokoh menggunakan bahasa orang pertama, dan mempunyai hak yang sama sebagai tokoh utama.
Pengunaan sudut pandang tersebut seakan memberikan titik berat pada konflik beragam tokoh yang saling berbelit dan rumit. Tak ada tokoh yang harus terjebak pada peran-peran antagonis atau protagonis. Konflik yang muncul dapat dibangun secara utuh tanpa terjebak persoalan hitam-putih.
Candy, seorang model di Singapura, harus berjuang melawan keriput mata, badan kegemukan, dan usia yang menua. Beragam manipulasi kosmetik dan pengobatan artifisial tanpa mampu menahan lajunya usia yang bertambah. Mario, tokoh lainnya harus kembali ke Filipina, tanah kelahiran ayahnya, untuk menuntas persoalan kelaminnya, yang tak lain berhubungan dengan hukum karma yang diwariskan padanya. Sedangkan Anna, sosok ibu rumah tangga yang sempurna harus menghadapi putrinya yang telah ternoda olah teman SMA dahulu. Aris, seorang aktivis LSM, harus berhadapan dengan perkara pidana karena didakwa menyelewengkan dana yang telah ia dapatkan. Adapula Pura, sopir taksi yang menjadi mulai merintis mimpinya menjadi musisi, hingga Lindih dan ...... (?) dua wanita yang terlibat cinta segitiga.
Beragam konflik tersebut disajikan baik saat penantian reuni maupun pada saat flash back di masa-masa SMA silam. Sebuah babak flash back yang disajikan dalam novel ini turut menyumbang keragaman alur serta memperkuat benang merah cerita. Masa SMA yang penuh melodramatik dibangun secara kuat tanpa terjebak pada cerita remeh-temeh seputar usia belasan.
Konflik masing-masing tokoh ini dibangun melalui serangkaian peristiwa yang tak terduga dan menjalin bagai benang kusut. Konflik setiap tokoh melibatkan teman SMA dahulu atau sekadar pertemuan sambil lewat yang tanpa diduga-duga.
Cover novel yang juga didominasi warna niru ini mempunyai narasi yang sangat kuat serta tidak terkesan mononton. Sebuah novel patut mendapat acungan jempol, bukan sekadar alternatif dari menjamurnya teenlit.
Rock d World!
rio_nisafa.
Tuesday, November 07, 2006
ANTARA GEMPA DAN KEMARAU PANJANG

Dengan kekuatan skala hampir 6 SR, masyarakat jogja -dan warga bantul khususnya- seakan terhenyak dari sisa-sisa kesadaran di pagi hari. Jauh sebelum gempa teknonik tersebut, jogja juga diancam bencana meletusnya gunung Merapi. Bahkan citra akan kenyamanan kota jogja tampaknya sedikit terkikis. JOgja mau tak mau harus berupaya keras untuk bangkit dan kembali mewujudkan sebuah "kota di surga" ... Oya sekadar info kota Yogyakarta berasal dari kata "Ing Ayodya Karta" yang kurang lebih artinya "kota di surga".
Kini yogya dilanda kemarau panjang... sebenarnya ini perkara cuaca yang sifatnya nasional juga. Bukan hanya di Jogja, tetapi juga membawa masalah bagi masing-masing wilayah. Di Jawa Tengah dan Yogyakarta, beberapa daerah susah mendapat air bersih dan harus mengandalkan bantuan air bersih dari pihak berkait. Di Kalimantan dan Sumatra, kebakaran hutan masih merupakan masalah rutin tiap tahun. Beberapa waktu silam sebuah gunung di Jawa Tengah juga mengalami kebakaran hutan yang juga disebabkan kemarau yang berkepanjangan ini.
Tetapi selalu ada hikmah dalam setiap kejadian... begitu pula dengan kemarau panjang ini. Beberapa pihak "mensyukuri" akan datang kemarau ini. Kemarau justru membawa manfaat bagi sebagian orang. Para korban gempa yang masih tinggal di tenda atau sisa reruntuhan rumah justru merasa lebih aman dan nyaman jika musim kemarau masih bertahan. Andai musim hujan datang, bayangkan bagaimana harus bertahan dari deras air yang turun, genangan yang membasahi alas tidur, atau dinginnya angin yang menusuk tulang mereka. Belum lagi dengan para bayi dan balita rentan terhadap perubahan cuaca... Konon, dalam kondisi kemarau panjang seperti ini, para umat islam di wilayah tersebut enggan menunaikan ibadah sholat minta hujan. Padahal tahun-tahun sebelumnya ibadah dijalankan agar menjadi permohonan kepada Yang Di Atas untuk segera menurunkan sang hujan. ... Toh, Bagaimana pun juga kemarau berkepanjangan ini adalah skenario dari Yang Maha Kuasa, yang tidak kita tahu.
:: Sekilas ketika niat untuk menulis ini sudah terbentuk, sebuah lagu milik PAS sengaja penulis putarkan di piranti komputer. Lagu berjudul "Kemarau" kayaknya sangat sesuai untuk menemani pendengar sekaligus menambah atmosfer tulisan.
" akankah kemarau ini berlari pergi
kurindukan hujan datang dan hadir di sini "
Rock d World!
rio_nisafa
DIE HARD FLASH DISK

Saya telah mengenal flash disk beberapa tahun silam, jauh sebelum pengunaan flash disk marak beberapa waktu belakangan. Saat itu, sekitar Tahun 2002 (atau malah 2001), Pak Frans, seorang relasi membawa sebuah storage device yang ia sebut sebagai USB Drive. Sebuah alat sebesar korek api (lighter-bukan machtes) yang dilengkapi gantungan kunci segala. Terkadang alat tersebut, saya sebut dengan istilah USB Drive, bukan Flash Disk yang kerap dilafalkan orang kebanyakan.
Saat itu, Flash Disk merupakan alat yang terhitung canggih. Kemampuannya menyimpan data lebih banyak merupakan sebuah kegunaan yang tak terbantahkan. meski pada saat itu, size yang dapat ditampung mungkin hanya sebesar 64 Mb atau paling besar 128 Mb. Tapi saat itu, ukuran tersebut masih tergolong besar.
Flash Disk tersebut menarik perhatian kantor saya, sebuah biro iklan lokal yang berfokus pada iklan cetak surat kabar lokal. Dengan Flash disk, sang grafis designer tak perlu repot-repot membawa Removable Hard disk yang ukurannya agak besar tersebut, ke percetakan. Alat ini sendiri mempunyai dimensi sebesar CD Rom, dengan kapasitas yang kurang lebih sama dengan hard disk pada umumnya saat itu. Memasang alat ini sebenarnya cukup sederhana, cukup memasukkan dalam selongsong di bagian CPU. Namun ukuran yang besar tersebut membawa kerepotan tersendiri.
Sebenarnya ada removable storage device lain yang bisa digunakan. Yakni sebuah ZIP Drive, mirip disket 3,5 " tapi dengan ukuran yang sedikit lebih besar dan tebal. Namun alat tersebut telah mengalami kerusakan. Kelemahan alat juga disebabkan karena tak semua komputer juga mempunyai piranti untuk membaca media tersebut. Sebenarnya ada juga media lain yang juga populer, yakni CD atau Compact Disk. Namun agensi saya saat itu tak memilikinya.
Tahun 2004, saat saya bekerja di sebuah principal sepeda motor Indonesia. Saat itulah saya memutuskan untuk memiliki flash disk sendiri. Apalagi saya juga ketiban kerjaan yang berhubungan dengan design grafis yang kerap memerlukan media penyimpanan yang lebih besar. Apalagi terkadang saya harus mobile dari Marketing Head Office di Jakarta ke Pabrik yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.
Flash disk yang saya miliki pertama kali mempunyai cerita tersendiri. Setelah survey beberapa toko komputer di Mall Ambasador, Kuningan, Jakarta, saya akhirnya memutuskan untuk membeli flash disk berlabel "My Flash". Brand ini saya pilih karena ada kolega kantor, Pak Joker, yang telah mengunakan brand tersebut. bukan karena latah mengikuti, tetapi karena persoalan driver di kantor kami. Dengan mengunakan piranti yang sama, saya tak harus mengintall 2 driver untuk flash disk yang kami miliki. Oya, kantor kami masih mengunakan Operating System Windows 98 yang katanya berlisensi tersebut.
Ketika mengunakan di kamar kost, USB drive saya mengalami masalah. USB tersebut saya colokan di bagian samping CPU. CPU sendiri saya letakkan di kolong meja. Sialnya ketika hendak membereskan kamar, saya merapikan kursi dengan memasukkannya ke kolong meja. ... Rupanya Flash Disk saya belum saya cabut dari tempatnya. Walhasil Flash disk saya menjadi bengkok dan tidak dapat digunakan.
Sebenarnya saya cukup kesal juga dengan keteloran saya ini. Terlalu mahal harga yang harus dibayarkan. Meski rusak, saya masih menyimpang benda tersebut, mungkin suatu saat saya bisa membetulkannya sendiri. Saya rasa tak mungkin ada service komputer yang mau memperbaiki flash disk rusak. Apalagi harganya semakin lama semakin murah, tetapi dengan kapasitas yang lebih besar.
Pulang ke jogja, dan melanjutkan pekerjaan di kota kelahiran. Saya masih berupaya untuk memperbaikin USB Drive saya. Dengan sedikit tekanan, casing flash disk tersebut saya buka. Rupanya "kaki-kaki" yang berjumlah empat telah terlepas dari PCB nya (?). Ketika saya menyatukannya dan menyambungkan ke komputer, ternyata komputer tersebut mendeteksinya. Artinya kerusakaan flash disk tersebut sudah bisa diketahui. Sialnya saya sempat kesetrum ketika memegang flash disk yang tanpa casing tersebut.
Dengan bantuan Hanif, seorang saudara, kaki-kaki flash tersebut akhirnya dapat disambung dengan bantuan solder listrik. Tetapi colokan USB telah miring tak karuan. Sayapun tak kurang akal. Dengan kabel ekstensi USB, flash disk saya sambung. Sehingga colokannya bukan lagi berujung pada flash disk yang telah rusak, tetapi pada kabel ekstensinya. Untuk menguatkannya, sambungannya saya rekatkan dengan mengunakan selotip kuat-kuat. Kabel ekstensi yang agak panjang ini juga saya gulung dengan mengunakan selotip untuk menghemat ruang.
Beberapa bulan kemudian flash disk saya kembali terkena masalah. Komputer tidak dapat mendeteksi flash disk yang telah saya colokan komputer. Wah, saya mulai bingung dan memutuskan untuk membeli flash disk lagi. Tetapi sebelumnya, saya juga harus mengakali kerusakan ini. Rupanya hanya dengan menekan dudukan kaki-kaki yang patah, flash disk dapat dideteksi. Jadi selama mengunakan flash disk, satu tangan saya harus menekan kuat flash disk tersebut. Akhirnya pada bagian tersebut, saya ikat kencang dengan mengunakan karet gelang. It's Work! Meski terlihat aneh plus norak, yang penting flash disk masih bisa tetap digunakan.
Rupanya dengan diakali berbagai cara, Flash disk nanpu berfungsi sebagaimana mestinya. Lumayanlah, saya tak perlu repot-repot dengan lagu MP3 yang biasa saya copy dari warnet dan attachement email yang terkadang cukup besar. Juga beberapa side job. Uang untuk membeli flash disk pun bisa digunakan untuk keperluan lainnya.
Rock d World!
rio_nisafa
SOSOK
Di perempatan gramedia jogja, terdapat sebuah patung
yang sangat khas. Patung ini bukanlah patung maestro
seorang seniman yang memiliki bentuk abstrak.
Singkatnya patung yang dimaksud adalah sebuah patung
polisi lalu lintas, berseragam lengkap, dan tentunya
berdiri dalam posisi tegap. Sebenarnya letaknya tak
persis di tengah perempatan jalan. tetapi di pojokan
utara-barat.
Saya tak tau persis apakah kegunaan patung Polisi
tersebut. Konon katanya patung polisi tersebut
didirikan agar para penguna jalan raya bisa mematuhi
peraturan lalu lintas. Kepatuhan kita, para penguna
jalan, tidak ditujukan pada kepatuhan rambu-rambu lalu
lintas tetapi karena keberadaan petugas yang tengah
berjaga.
Jadi wajar saja, jika pendapat diatas saya setujui
saya. Patung itu sendiri memeliki skala 1:1, presisi
juga tepat. Jika ada ada seorang polisi beneran
berdiri di samping patung tersebut, orang yang berada
di sebrang jalan tentu agak sedikit susah membedakan.
Selain itu, letaknya yang berada di jalan strategis,
jalan yang memiliki 'traffic' yang cukup padat.
Itulah cerita tentang bagaimana ketidak-disiplinan
kita, masyarakat Indonesia. Seorang polisi (atau juga
bisa digantikan oleh pejabat lainnya) kita takuti
karena adanya sosok yang menjaga peraturan.
Kedisiplinan kita masih terbatas pada sosok Polisi
dengan seragamnya, bukan pada kepatuhan pada peraturan
dan rasa malu jika melanggarnya.
Rock d World!
rio_nisafa
MELIHAT BULAN (KEMBAR)
Pertengahan Agustus 2003, saya pernah bergadang semalaman penuh. Bukan untuk acara 17-an seperti tirakatan memperingati HUT kemerdekaan bangsa kita, tetapi untuk melihat planet Mars, yang pada malam itu berada di titik paling dekat dengan planet bumi. Katanya karena dekatnya, langit malam akan terlihat bulan kembar. Bulan sebagai satelit bumi sendiri; dan Mars, sang planet merah yang akan terlihat sebesar bulan.Malam itu saya dengan beberapa rekan Roy, Ali dan Fani -semuanya cowok :((, sengaja melewati malam di lantai atas sebuah rumah kontrakan. Sebenarnya tempat yang kami adalah tempat jemuran. Letaknya sendiri persis di depan kost-kostan kami. Melihat Mars adalah niat kami. Beberapa cemilan pun telah kami persiapkan. Oya, saat itu saya sedang trainee di sebuah advertising agency dan kost di bilangan Radio Dalam, Jakarta Selatan.
Namun .... saya tak melihat adanya bulan kembar. Tak ada benda asing yang dapat kami liat. Kalo sekadar bulan dan bintang, biasa kami liat. Namun tak terlihat Planet Mars yang katanya sebesar bulan itu. Yang jelas saya melihat sesuatu di langit sebelah barat-utara (klo tak salah). Wujudnya seperti bintang, tetapi terlihat besar dan berwarna kemerahan. Saya gak tau persis apakah itu Mars, atau jangan-jangan saya sudah tersugesti tentang keberadaan planet tersebut.
Keesokan harinya, di sebuah harian ibu kota, diberitakan bahwa penampakan Planet Mars memang tak seperti yang dipikirkan orang. Tak ada bulan kembar. Mars terlihat seperti bintang lainnya di angkasa. Lebih lanjut, dituliskan bahwa dengan adanya fenonema ini, sejumlah peralatan astronomi di planetarium mengalami kerusakaan karena terlalu banyaknya orang yang ingin menggunakannya.
Fenomena Planet Mars yang konon tak akan terjadi 1000 tahun lagi, memang memikat perhatian banyak orang. Saya telah membaca puluhan tulisan tentang kejadian astronomi tersebut di berbagai milis yang saya ikuti. Teman saya, Ali, yang menurut saya tidak pernah menggunakan internetpun, juga merasa tertarik untuk melihat kejadian tersebut.
Saya tak tau persis, tentang adanya kesalahan pemahaman antara kedekatan planet mars dengan rumor bulan kembar ini. Dalam hitungan astronomi, sekali lagi perhitungan astronomi, pada malam itu, pada jam tertentu posisi orbit planet mars berada di titik paling dekat dengan planet bumi. Dan ternyata benar! Saya "merasa" melihat sebuah bintang berwarna merah.
Persoalan bahwa akan terjadi bulan kembar, itu tak lebih dari buah bibir masyarakat.
Perhitungan Astronomi, yang saya sebut di paragrap di atas, memang perlu saya garis bawahi. Klo perlu dengan cetak tebal dan diberi stabilo. Setidaknya dalam kisah di atas. Para astronom telah menghitung, sekali lagi menghitung peredaran planet mars dan bumi, menghitung jarak terdekat, dan menentukan waktunya. Dan mereka menghitung dengan kalkulasi yang akurat dengan memenuhi kaidah keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan. Jadi wajar aja kalo mereka bisa menentukan kapan bumi dan mars berada di jarak terpendek.
Para ahli perbintangan tersebut, tak perlu bergadang setiap malam sepanjang tahun (atau bahkan 1000 tahun) untuk sekadar menatap langit dan kemudian berteriak langtang " hey, saya melihat planet mars dalam posisi paling dekat dengan planet kita! ". Sekalipun mereka bisa melihat dengan mata telanjang akan fenomena alam tersebut, bagaimana orang awam seperti saya... tentu saja saya akan melewati peristiwa tersebut. Oya, itu pun dengan catatan seandainya langit saat itu sedang cerah ? bagaimana kalo langit tertutup awan atau bahkan asap akibat kebaran hutan ? Apa dengan alasan awan, maka kedekatan mars-bumi akan terbantahkan ? Tentu tidak!
Kembali ke judul tulisan ini, Melihat Bulan (Kembar), saya hanya ingin hanya menyimpulkan bahwa .... saya melihat bulan ( yang katanya kembar itu) setelah adanya perhitungan akan posisi bulan ...eh, maksudnya posisi mars dan bumi... tetapi bagaimanapun juga ketiganya adalah benda alam juga, yang bisa dihitung dalam kaidah ilmu dan pengetahuan.
Rock d World!
rio_nisafa
Thursday, October 26, 2006
GURU YOSEN

rio_nisafa
Thursday, October 19, 2006
Kambing Jantan

rio_nisafa
Friday, October 13, 2006
Rock d World!
Jika saya sebut "Connecting People", saya yakin bahwa
ingatan anda pasti tertuju pada salah satu brand
ponsel. Begitu pula sebuah merk rokok mild akan
terlintas di pikiran jika anda tengah melintasi baliho
tertulisan "Bukan Basa-Basi". Mungkin pula ingat atau
hafal beberapa tagline yang kerap dilafalkan di layar
kaca sebagai TVC (atau Televisi Commercial/iklan).
Dan itulah kekuatan tagline... sebuah jembatan keledai
yang mampu menghubungkan pikiran, perasaan,
pengetahuan hingga pengalaman anda pada sebuah produk
tertentu. Tak perlu teori-teori advertising atau massa
communication (yang saya pelajari di kampus), andapun
pasti setuju... lha buktinya anda pasti tau ke-2 brand
yang cukup gencar beriklan di atas. Oya, anda bisa
liat TV gratis juga karena ada iklan. Hal ini juga
bukan karena saya pernah menjadi seorang copywriter (=
penulis naskah komersial), di sebuah perusahaan
periklanan lokal di jogja atau perusahaan "yang
ngakunya principal" sepeda motor indonesia.
Saya hanya ingin berbagi akan tagline. ... Dan saya
juga mempunyai tagline buat diri saya sendiri. Ya..
sebuah tagline bagi seseorang secara personal, bukan
pada brand atau product. Klo anda kebetulan sering
bertukar pesan melalui email atau sms dengan saya,
pasti anda akan dapat mencermati kata-kata pada bagian
akhir.
Rock d World!
yap... Rock d World! telah menjadi tagline saya selama
lebih dari dua tahun... setidaknya sekitar agustus
2004 saya mulai mengunakan tagline ini. Beberapa saat
sebelumnya saya juga mengunakan tagline juga...
tentunya dengan redaksional yang berbeda yakni "Keep
Rockin'". Tapi kapan mulainya saya tak ingat benar.
Mungkin sekitar tahun 2000-an, ketika saya mulai
merasakan kebutuhan ber-email ria dan perlu semacam
greeting di akhir pesan.
Tentang Rock d World!, saya punya cerita unik...
awalnya, saya tak mengunakan tanda seru "!" sebagai
karakter terahkir. Ada seorang teman, Suhartono atau
kerap disapa "tono, botak atau k*p*t " yang kemudian
menyarankan saya untuk mengunakan tanda penthung
tersebut. Coba simak pesannya yang disampaikan melalui
sms kepada saya " tp mnrtku ada yg krg yo,..... ,kasi
tanda seru,rock d world! :p ok?"
Dan tanpa berpikir dua kali, saya sepakat dengan rekan
yang kini menjadi seorang jurnalis di sebuah surat
kabar harian di jakarta ini. Dan detik itu pula, saya
mengubah menu "signature" yang ada di HP saya. Esoknya
saya juga mengunakan "!" di akhir email yang saya
kirim.
Rock d World!
rio_nisafa
Sunday, October 08, 2006
KERJA INFORMAL

Dan menurut saya, ada 3 macam profesi yang menurut saya sangat aneh, yakni :
Profesi ini adalah profesi paling aneh yang pernah saya temui. Aneh karena ia tidak memberikan "value" kepada siapapun. Ia hanya berdiam diri di halte atau terminal, berteriak-teriak tujuan trayek bus dan menaikkan penumpang. Aneh bukan... calo halte melakukan pekerjaan yang seharusnya tidak perlu dikerjaan sama sekali. Kenapa ia harus berteriak lantang tujuan trayek. Bukankan ketika berada di terminal atau halte, Anda sudah memutuskan untuk pergi ke suatu tempat. Sekalipun anda tidak tahu kendaraan apa yang hendak anda gunakan, bukankah tiap bus / angkot sudah mencantumkan rute jalurnya. Masih kurang ? Di setiap terminal terdapat papan petunjuk trayek dan lajur bus. Bahkan di beberapa halte, terpajang rute perjalanan bus umum yang melewatinya.
Saya kurang tau persis untuk menyebut profesi ini. Tapi tak ada salahnya juga kalo saya menyebut sebagai tukang catat samsat. Toh profesi ini menawarkan jasanya untuk catat mencatat dan hanya beroperasi di kantor samsat, dimana kita harus berurusan dengan perpanjangan STNK atau balik nama kendaraan bermotor.
Profesi aneh lainnya adalah Joki 3 in 1. Profesi ini hanya bisa dilakukan di Jakarta pusat, di daerah tertentu yang disebut sebagai Daerah 3 in 1, sebuah daerah dimana setiap mobil harus membawa minimal 3 orang pada jam tertentu. Tetapi hal ini disiasati dengan munculnya profesi joki 3 in 1 yang menawarkan diri sebagai penumpang selama perjalanan di kawasan tersebut.
rio_nisafa
Wednesday, October 04, 2006
Nonton Konser #2
Begitu Pas akan konser di jogja, saya langsung memutuskan untuk mengagendakan waktu. Dua kali, saya melewatkan aksi live mereka. Pertama saat malam tahun baru, dimana saya justru milih kongkow di rumah teman, dan yang kedua, saat Pas band tampil di PRJ dan saya merasa tidak nyaman dengan massa slank, yang saat itu juga tampil sepanggung. KOnser Pas kali ini digelar di Stadion Kridosono, Jogja, sekitar 3 bulan setelah gempa Jogja. Klaim panitia, konser ini diadakan dalam rangkaian program Jogja Bangkit. Dari tiket seharga Rp. 7000, penonton telah berpartisipasi sebesar Rp. 5000 yang akan diserahkan kepada korban bencana alam.
Konser dibuka dengan pemutaran klip terbaru Pas yang berjudul Gladiator (?). Saya sendiri belum melihat klip ini, entah karena memang fresh from oven atau karena saya jarang nonton MTV. Belasan hits milik PAS pun digeber. Dalam konser ini, saya baru tau klo Trisno, pebass Pas ternyata juga mampu melantunkan suara di lagu "Bayangan" (lagu lama dari Band U-Camp) dan Yesterday" (lagu oldist milik Beatles yang dirombak dalam warna musik ala punk). Suaranya yang berat dan gelap memberi warna lain bagi vokal Yuki yang lantang. Pas juga membawakan lagu Bimbo "Ada Anak bertanya pada Bapaknya" dengan menampilkan Iday, seorang vokalis tamu yang juga diajak di lagu terbaru mereka. Saya kok merasa pembawaan lagu ini mirip lagu "perdamaian" yang kembali dipopulerkan oleh Gigi. Dalam konser ini, saya baru sadar bahwa semua personel Pas mampu tampil sebagai frontman. Yuki sang vokalis mampu membawa konser ini secara mengalir, Trisno membawakan dua buah lagu, Sandi terkadang maju ke bibir pangung untuk berinteraksi dengan audience, juga Benk-benk yang atraktif selama di panggung. Oya, gaya Yuki ber-head bang juga terlihat asyik.
(16) :::BOOMERANG:::
Sebelum keluar dari Logiss Record, Boomerang sempat menikmati betapa megahnya konser yang digelar oleh Log, sang promotor musik rock ternama. Salah satunya di JOgja, dimana saya turut menikmatinya. Boomerang menggelar konser tersebut dalam rangka promosi album mereka yang tertajuk "X-travaganza". Sebuah album yang cukup sukses secara komersial. Besar di panggung-panggung festival menjadikan Boomerang tampil begitu hebat di konser tersebut. Apalagi mereka adalah finalis dari Festival Rock Indonesia yang rutin diselenggakan oleh Log.
Lagu paling keren selama konser menurut saya adalah "Gadis X-travganza". Ketika Boomerang melakukan akis panggung, tiba-tiba saja dari belakang panggung keluar 3 sexy dancer. Ketika cewek tersebut langsung meliukkan badannya selama lagu tersebut, terdengar seruan penonton. Apalagi mereka hanya mengenakan pakaian ketat berwarna hitam. Roy, sang vokalis juga turut mengomentari penampilan sexy dancer tersebut. Atraksi ini tentunya mengejutkan penonton yang sebagian besar adalah kaum adam. Setelah lagu tersebut, Boomerang menutup konser dengan lagu "Bawalah Aku" dan "Pelangi"
(17) :::COKELAT:::
COkelat dengan Kikan sebagai 'frontman' telah menjadi buktinya betapa dashyatnya wacana girl power yang ramai dibicarakan saat ini. Kikan kerap melantungkan lagu -lagu yang menampilkan sisi kejantannya seorang cewek, apalagi ketika berhadapan dengan urusan cinta. Simak aja lagu-lagu seperti "Karma" atau "Pergi" yang sempat saya nikmati saat mereka menggelar konser dalam rangka ulang tahun kota Jakarta.
Dan entah kenapa, sebuah kebetulan, hanya perasaan saja atau memang terjadi.... saya merasa lebih banyak cewek yang berdiri disekiling saya saat konser tersebut... mereka juga nampak menikmati konser Cokelat saat itu. Sesuatu yang jarang saya temui di konser-konser lain... Dan mereka, para cewek tersebut ternyata juga berani bernyanyi lantang sepanjang konser ini.
(18) :::UTOPIA:::
Di antara belasan pagelaran musik, konser utopia di kemayoran Jakarta, adalah konser paling sexy. Bagaimana tidak, Pia, sang vokalis tampil dalam busana yang seksi. Boleh jadi ini penilaian yang terlalu naif... tetapi saya jarang melihat aksi band dengan vokalis perempuan. Dan penilaian ini ditunjang dengan Pia yang tampil dengan sepatu boot, celana (atau rok) di atas lutut, kaos ketat dan make up yang glitter. Apalagi saat disorot spot lamp. "... wowww "
Tapi tunggu dulu... aksi panggung Pia tak hanya sekadar tampilan fisik. Pia juga mampu menghiptonis penontonnya untuk nyanyi dan goyang bersama. Terutama di laku-lagu mereka yang meledak seperti "Antara Ada dan Tiada", "Seperi Bintang", "Kesepian Abadi". Sekilas lagu tersebut menggingatkan saya pada sinetron ... dan sudah Seharusnya Utopia bersyukur karena lagu-lagu tersebut telah dipopulerkan sebagai theme song sinetron di televisi.
(19) :::KLA PROJECT:::
Sebagai sebuah band besar, KLa Project juga mampu menampilkan aksi terbaiknya di atas stage, selain album yang laris manis. Komunikasi dan interaksi Katon Bagaskara ke Klanis harus dinilai dua jempol. Saat live di Graha Saba Pramana UGM, Kla project yang saat itu masih diperkuat Lilo di posisi gitar. KOnser KLa ini merupakan rangkaian promo album "Klakuistik", Sebuah album yang direkam secara langsung saat KLa menggelar konser akuistik di GKJ, Jakarta. Dengan mengusung musik akuistik, KLa mampu memainkan musik secara optimal. Lirik-lirik romantik menjadi nilai lebih tersendiri. Sebuah konser yang nyaris sempurna, seandainya Katon tidak (sedikit) terpeleset di reffrain terahkir lagu "Gerimis". Tapi tak apalah, toh penonton juga tak terlalu detail memperhatikan.
KOnser kedua KLa project, saya saksikan di Plenary Hall, JHCC, beberapa bulan silam. KOnser bertajuk "5ense" ini, menurut saya merupakan konser 'nostalgia'. Maklum Kla Project lebih banyak menampilkan lagu-lagu lama mereka. Album terakhir mereka "New Chapter" tak laris di pasaran. Itupun lebih dari dua tahun silam. Album sebelumnya, lebih jauh lama lagi, dirilis 1998. Formasi pun berubah, Lilo tak memperkuat Kla dan tampil sebagai bintang tamu di dua (atau tiga) lagu. Lagu terahkir dalam konser ini adalah "Yogyakarta". Lagu ini semakin mempunyai makna mendalam bagi saya. Bukan saja saya lahir dan besar di jogja, tetapi pada esok paginya, saya memutuskan untuk mudik dan bekerja ke Jogja, setelah hampir dua tahun kerja di kota metropolitan.
(20) :::SUPERGLAD:::
Awalnya saya tak tau, band apa yang tengah performance di panggung setibanya saya di Stadiun Sumantri Bojonegoro, Jakarta. Sekilas lagunya memang asyik. Lagu "Darah Muda" yang dipopulerkan oleh Raja Dangdut, wak haji Rhoma Irama diplesetan menjadi sebuah lagu bercorak alternatif. Di tangan band ini, lagu tersebut semakin mamapu menuturkan "kekerasan" hati para remaja dalam kehidupan sehari-hari.
Di lagu berikutnya, yang berjudul "Pecundang" saya baru tau, klo band yang tengah saya nikmati adalah Superglad. Kalo sekadar refferainnya sich, saya tau, meski tak hapal seluruh lagu ini. Penampilan Superglad ditutup dengan lagu yang baru saya ketahui belakangan. judulnya Peri Kecil. Saya mengetahui judul ini dari video klip mereka yang tayang di MTV. Secara keseluruhan, saya tidak bisa menilai penampilan Superglad, karena saya baru tiba di tempat dan berada jauh dari bibir panggung.
(21) :::TIC:::
Nasib apes mungkin dialami oleh TIC. Band ini tampil di Soundrenalin sebagai band pembuka. Padahal acara tersebut digelar mulai jam 12.00 siang. Walhasil belum banyak pengemar musik yang datang event tersebut. Sekalipun ada mereka lebih memilih berdiri di sekitar booth sponsor untuk sekadar berteduh di terik mentari. Begitu juga dengan saya yang memang datang awal untuk nonton konser sebesar Soundrenalin. Satu band pun tak boleh lewat.
Tiga album yang mereka miliki seharusnya cukup menjadi modal bagi TIC untuk tampil lebih sebagai 'anak bawang'. Namun dari album tersebut tak banyak lagu yang menjadi hits. Di antaranya "Terbaik Untuk Mu" dan "Perbedaan" Diperlukan usaha keras dan kreatif dari personel Tic untuk melahirkan hit yang lebih banyak dan bukan sekadar band pembuka saja.
(22) :::SLANK:::
Saya tidak begitu ingat benar dengan konser Slank yang pernah saya nikmati. Mungkin karena sudah terlalu lama juga. atau karena saya ogah-ogahan juga nonton konser ini.... massa Slank dengan beragam citranya telat membuat saya enggan terlebih dahulu. Ketika telah sampai stadion Kridosono, JOgja, saya malah memutar dulu stadion tersebut, sekadar memastikan tidak ada insiden yang menganggu. Setelah aman, baru saya parkirkan kendaraan. Ketika berjalan kearah stadion, beberapa calo tiket mendatangi saya, dan saya bergeming karena saya telah memegang tiket. ternyata.... pintu masuk telah dibiarkan terbuka, tak ada petugas yang memeriksa tiket.
Dalam stadion, saya pun milih berdiri jauh dari panggung. Hanya melihat massa Slanker telah menyemut dan belasan bendera slank dikibarkan penuh semanggat. Slanker tampak antusias mengikuti setiap lagu melalui Suara Koor dan gerak tubuh. Sejujurnya saya juga tidak begitu ingat lagu apa saja yang dibawakan oleh Kaka. Pertama karena band asal gang Potlot ini sangat produktif melahirkan album dan kedua saya bukanlah Slanker sejati hehhehe... Setidaknya saya ingat lagu terahkir mereka adalah "Kamu Harus Pulang"... sebuah lagu yang sesuai untuk mengakiri kefanatikan para Slanker.
(23) :::ELEMENT:::
Band ini "terpaksa" saya tonton karena element termasuk dalam deretan band yang tampil dalam soundrenaline di Jogja. Jika band yang diawaki oleh Didi cs ini tampil dalam konser tersendiri, saya pasti berpikir belasan kali untuk menontonnya. Bukan karena saya antipati dengan band ini... tapi selera musik saya berbeda. Itu saja.
Mungkin ini karena image element -pada awalnya- terbentuk dari sejumlah model dan pemain sineton yang mencoba bermain musik. Kesannya sich jadi seperti boyband. Padahal dilihat dari sisi musikalitas, element telah beberapa mengeluarkan album dan tak sedikit mencetak hits. Dan penampilan mereka di konser tersebut juga tak buruk-buruk amat. Selama konser ini saya hanya teringat oleh seorang kawan yang sangat tergila-gila dengan "Kupersembahkan Nirwana" sebuah lagu juga turut dibawakan Element dalam konser.
(24) :::BASE JAM:::
Dalam awal karir musiknya, Base Jam termasuk dalam kategori band pendatang yang cukup sukses. Tiga Album pertamanya, dengan masing-masing hit "Bermimpi", "Aku Jatuh Cinta", dan "Bukan Pujangga" terbilang laris manis di pasar musik. Namun sayang pada album berikutnya, lagu-lagu mereka kurang berbunyi. Dan beberapa personelnya cabut meninggalkan band ini.
Dan tatkala saya menikmati Base Jam konser di alun-alun Jogja, pamor mereka sebagai sebuah band besar telah meredup. Lebih banyak lagu lama yang mereka bawakan. Mungkin lagu mereka terbaru tak begitu sering saya dengar di radio atau klipnya di TV. Saya lebih sering melihat salah satu vokalisnya bermain sinetron atau bintang tamu acara lawak TV.
(25) :::TIKET:::
Sejujurnya saya tak begitu mengenal Band ini. Mungkin ketika saya menonton tiket, lagu mereka tengah menjadi radio hits. Setahu saya pemain bass nya adalah Opet, mantan personel Gigi sebelum Thomas kembali ke band tersebut. Selain itu saya tidak tahu banyak, termasuk lagu-lagu yang mereka bawakan di gelaran Soundrenalin 2003.
Namun ada Yang menarik dalam konser mereka. Setidaknya menurut saya. Yakni ketika sang vokalis - yang berkepala gundul - menendang bola kaki ke kerumunan penonton. Oya, sebelumnya bola ini telah ditandatangi oleh masing-masing personel Tiket. Walhasil bola tersebut seakan menjadi souvenir untuk para penonton. Dengan cara ini, bukan hanya penonton yang ada di bibir panggung yang akan mendapat bola tersebut, tetapi juga penonton yang berada di tengah. Apalagi ada sekitar 5 bola yang ditendang.
(26) :::JIKUSTIK:::
Sebagai band asal Jogja, saya telah beberapa kali menikmati penampilan Jikustik. Pertama saat mereka beraksi di Alun-alun Kidul, dan yang kedua saat mereka tampil akustik di halaman Graha Saba, kampus saya. Sebenarnya saya agak lupa, konser mana yang duluan digelar. karena kedua konser tersebut digelar beberapa saat setelah album mayor label pertama mereka beredar. Namun konser Jikustik yang paling berkesan adalah ketika mereka menunjukkan performance-nya di Soundrenalin Jogja.
Sebagai band tuan rumah, Pongki cs tentu berupaya tampil maksimal. bukan hanya musik yang manis didengar, tetapi juga interaksi dengan penonton perlu mendapat nilai bagus. Apalagi dengan selera musik yang mereka bawakan yang tak jauh dari urusan orang kasmaran. Mungkin benar adanya yang ditulis dalam booklet Soundrenalin. Jika hendak menonton Jikustik, ajaklah pasangan anda untuk menikmatinya. Jikustik, band asal jogja ini, memang piawai membawakan lagu-lagu romantis dalam beat yang mellow. Sangat-sangat sesuai didengar berdua bergandengan tangan atau berpelukkan... Apalagi saat itu, senja tengah manja di perbatasan malam ... wah serasa dunia milik berdua...
(28) :::ARI LARSSO:::
Mantan vokalis dewa 19 ini gak merasa minder ketika ia tampil satu panggung bersama Dewa. (Untungnya ?) Ia tampil duluan saat mereka konser Soundrenalin di jogja pada 2003. Boleh dibilang dengan ditendangnya Ari Lasso dari formasi Dewa justru menambah perbendaraan solois cowok yang terbilang langka di peta musik Indonesia. Apalagi penampilannya saat itu juga patut mendapat acungan jempol.
Ari Lasso memang tak kalah pamor dengan Dewa. Beberapa hits dari album pertama dan keduanya ternyata juga dihafal oleh para audience. Saya sendiri merasa aneh sendiri ketika ada beberapa lagu yang sangat dihafalkan penonton sebelah saya dari awal hingga akhir lagu. Kalo soal selera, saya lebih menikmati tarikan suara ari di dewa dulu daripada ketika solo... vokalnya kini terdengar lebih mellow. Klo soal interaksi dan komunikasi ari dengan audience yang lebih membaik, saya tidak tau persis. Soalnya saya memang belum pernah nonton konser dewa dengan mengusung Ari Lasso.
(29) :::YOVIE N THE NUNO:::
Hampir sama seperti element, saya menikmati Yovie n the nuno, hanya karena ada band lain yang akan tampil setelah mereka. Jadi wajar klo saya merasa perlu untuk menyimpan energi untuk menikmati dua band setelah mereka. Apalagi band tersebut membawa aliran alternatif dan rock. Oya, mereka tampil bareng di konser yang digelar di Senayan oleh salah satu majalah dan MTV.
Ketika Yovie n the nuno tengah menunjukkkan aksi di panggung, saya merasa lebih banyak cewek usia belasaan yang menikmatinya. Tapi tak apalah ini juga persoalan referensi musik dan selera personal. Toh klo band hasil garapan Yovie klaar, massa yang berada di bibir panggung juga akan tergantikan sendiri. Yang menjadi catatan dalam konser ini adalah dibawakannya lagu "neraka jahanam" besutan dou kribo, ahmad albar dan ucok aka. Menurut saya, sekali lagi menurut saya, mereka gak pantes bawain lagu ini. Jauh lebih keren klo lagu ini dinyanyikan oleh Roy bersama Boomerang. Lebih nge-rock. Tentunya sesuai dengan liriknya.
(30) :::GIGI:::
Band yang kini digawangi oleh Armand, Bujana, Thomas dan Hendy ini rupanya hampir terlupakan dalam tulisan saya. Alasannya sich sederhana.... saya melihat aksi panggung GIGI sudah beberapa tahun yang lalu, saat saya masih berada di tahun-tahun awal kuliah. Saya tak tau persis juga formasi Gigi saat itu. Apakah pemain Bassnya Thomas atau Opet. Begitu juga orang di balik Bedug Inggris, Ronald atau Budi. Venuenya sendiri kalo gak di Kridosono ya Mandala Krida, pokoknya di salah satu stadion olah raga di Jogja. Sepanjang ingatan lainnya, acara ini diadakan oleh sebuah akademi swasta dan dalam pelaksanaanya sempat vakum agak lama karena menunggu gigi tiba di panggung.
Meskipun demikian, dalam benak saya konser gigi saat itu boleh dikatakan bagus. Aksi musikalitas mereka patut mendapat acungan jempol. Apalagi Armand yang sangat atraktif. Loncat-loncat di panggung telah menjadi trade marknya tersendiri. Tak ada istilah kehabisan energi bagi vokalis yang pernah mempunyai album solo ini. Ia mampu mengkoordinasi penonton untuk bernyanyi bersama di sejumlah lagu seperti "Janji" atau "ooo...ooo...ooo". Walhasil suara koor penonton seolah menjadi backing suara Armand. Nilai lebih lainnya, Armand pun tak segan-segan menyapa penonton dengan ramah.
(31) :::SHAGGY DOG:::
Band ska asal kota gudeg ini memang telah mempunyai nama besar di panggung-panggung. Merekapun punya massa sendiri yang siap menggoyang panggung. Lagu-lagu mereka sempat wira-wiri di radio setempat. Setelah merilis album, popularitas mereka juga semakin terangkat. Maklum beberapa tahun silam, musik indonesia sempat diwarnai oleh deman ska. Meski, musik ska kini mereda, eksistensi Shaggy dog masih tetap bertahan.
Saya menyaksikan penampilan Shaggy Dog di pentas seni sebuah SMA di Jogja. Shaggy Dog sendiri termasuk band tamu yang ditunggu-tunggu. Walhasil penantian para penonton dibayar dengan aksi musik yang Seru banget. Crowded massa langsung menyemut di bibir panggung dan bergoyang riuh ala gaya ska. Dan sayapun termasuk di dalamnya.
Rock d World!
rio_nisafa
Sunday, September 03, 2006
BUKU, BOLPEN, BLOG
Saya sempat terobsesi untuk mempunyai sebuah notes dalam saku belakang celana. Tentunya notes dengan alat tulis. Kemanapun pergi, saya untuk selalu membawa notes tersebUt. Hal ini diilhami oleh serial duo detektif cilik Amy dan Hawkeye, sebuah novel tipis berukuran tanggung yang sering saya baca di perpustakaan wilayah di kota saya tatkala SMP. Jika ada waktu luang di sore hari, saya sering bersepeda ke perpustakaan milik pemerintah tersebut. Letaknya pun ada di Jalan Malioboro, tak jauh dari rumah saya.
Amy dan Hawkeye adalah dua remaja usia belasan (sama seperti saya saat itu) yang selalu memecahkan berbagai misteri. Dari misteri perampokan, pencurian, hilangnya suatu benda dan sebagainya. Dalam memecahkan masalah Hawkeye selalu menggambar kondisi TKP dengan notes yang selalu ia bawa. Amy, sobatnya juga membantu memecahkan problema tersebut. Gambar Hawkeye tersebut menjadi pedoman bagi duo detektif. Uniknya (atau hebatnya), dalam sang pembaca juga berinteraksi dengan memecahkan misteri dengan mengamati kejanggalan atau keanehan dari gambar tersebut. Dalam setiap kasus, jalannya cerita dibagi tiga bagian, narasi tentang kasus, gambar TKP dan narasi pemecahan kasus. Setelah membaca sebuah kasus, pembaca dapat memecahkan misteri siapa perampok, perihal alibi, trik penipuan, atau modus kejahatan lainnya melalui pengamatan detail gambar. Jawabannya ada di akhir cerita yang di sajikan di halaman belakang dan di ditulis secara terbalik. ya terbalik, seperti tulisannya Da Vinci. Pembaca yang ingin mengetahui akhir kasus tersebut dalam membaca narasi penyelesaian kasus dengan mengunakan cermin atau menerawangnya ke arah cahaya.
Selain teergolong novel detektif yang ringan, Serial Amy dan Hawkeye menawarkan interaksi yang jarang dijumpai di media buku. Namun yang lebih berkesan, bagi saya, adalah bagaimana sebuah notes yang selalu dibawa sang tokoh mampu memjawab semua teka teki. Jauh setelah membaca novel tersebut, saya baru sadar klo seorang detektif juga harus memiliki mata setajam mata elang, Hawk-eye.
Namun sayang beribu sayang, saya hanya remaja (atau manusia) biasa... Saya teramat jarang mengalami kejahatan di depan mata. Bagaimana pula saya ingin memecahkannya melalui coretan2 sketsa TKP. NOtes yang ingin saya bawa terus pun tak benar-benar ada di saku belakang celana.
(2)
Bagi saya bolpen bukan sekadar alat tulis semata. Di tangan saya, bolpen bisa menjadi 'mainan' sederhana. Di sekolah atau kampus, saya sering memutar-mutar bolpen dengan jari-jari saya. Sekilas memang sederhana, tetapi saya yakin tak banyak orang bisa memainkannya dalam sebuah kesempatan. Sayapun perlu waktu untuk mahir memutar bolpen. Caranya... pegang pulpen antara jari telunjuk dengan jari tengah, lalu putar bolpen sehingga posisi bolpen berada di antara jari tengah dan jari manis. Dari sela jari ke sela jari berikutnya. JIka bolpen sudah berada di antara jari manis dan kelingking, putar balik arah bolpen. Begitu saat bolpen berada di sela jari tengah dan jari telunjuk.
Saya tahu 'permainan' ini dari Dody, teman saya kecil. Tepatnya ketika kelas 3 SMP. Dan ketika SMA, muterin pulpen telah menjadi hobby saya. Bahkan beberapa teman minta diajarin muterin pulpen. Ketika memasuki masa kuliah, saya juga sempat menularkan hobby ini ke beberapa teman. hehehe... saya belajar hobby ini dari teman dan kemudian waktu saya juga harus mengajarkan pada teman lain.
Masih di bangku kuliah, saya menemukan alternatif memainkan bolpen. BOlpen bukan diputar di antara jari jemari, tetapi cukup diputar melingkari ibu jari. Ini berbeda sekali dengan metode saya. Klo muter bolpen versi saya (atau dody), ibu jari tidak pernah digunakan sama sekali. Cara memainkan juga tak kalah susahnya. Pegang pulpen antara ibu jari dengan jari telunjuk. Dengan sedikit sentakan jari buat bulpen memutar melingkar ibu jari. Tapi dengan cepat pula tahan putaran tersebut dengan jari telunjuk. Setelah bolpen terhenti sejenak, coba putar lagi bolpen tersebut. Sampai kini saya merasa cukup mahir memainkan kedua teknik ini.
Sebenarnya ada 'varian' lain memainkan bolpen dari kedua teknis di atas. Yang pertama bolpen tidak lagi diputar balik ketika berada di jari manis dan jari kelingking...tetapi meneruskan putaran melalui jari yang sama. Hasilnya gerakan bolpen tidak bolak-baik tetapi memutar. Yang kedua, juga merupakan kebalikan teknis kedua. Jika teknik sebelumnya jari telunjuk digunakan untuk menahan putaran bolpen, maka pada varian ini, jari telunjuk digunakan untuk membuat tolakan baru. Gerakan bolpenpun menjadi bolak-balik melingkari ibu jari. Namun saya tidak menguasai kedua varian ini.
Ada suatu cerita menarik... ketika di kampus, Yulia, adik angkatan saya berkata bahwa ia sempat melihat seseorang di sebuah Mall. Lalu ia bercerita detail bahwa ia melihat ada seorang yang muterin bolpen sepanjang jalan. Bahkan ketika naik eskalator. Dan sejuruspun ia sadar, kalo orang itu adalah saya.
(3)
saya tak hanya mempunyai 1 blog dalam dunia maya. Kalo dihitung sebenarnya ada 2 blogger dan sebuah personal site. Blog dan Personal site memang perlu saya bedakan. Karena keduanya juga mengalami masa trend sendiri. Blog lebih belakangan muncul dan lebih bersifat semacam diary online dan sederhana, sedang personal site lebih luas. Perbedaaan lainya juga menyangkut pengiriman content.
http://www.geocitoes.com/rio_nisafa
Situs ini dirancang sebagai situs mengenai apapun tentang rio.... mulai dari CV (yang biasa buat lamaran kerja), Serial Cerita (masih ingat Serial Roy dan JOKo), serial Tulisan (Cangkem dan Cerita Tentang...), karya grafis, situs2 favorit, curhat, kata2 mutiara dan sebagainya. pokoknya apapun tentang saya, ada! Namun situs ini tak kunjung selesai... Dari sisi site map, mungkin udah oke, tapi ketika diklik, masih banyak page yang kosong... selain karena minimnya akses internet (ongkos di warnet maksudnya hehhe), minat saya untuk meneruskan situs ini juga sudah terkikis.
http://www.rio230978.blogspot.com/
Blogger ini saya buat ketika lagi musim-musimnya orang bikin blog. sebuah trend yang tampaknya masih berlanjut. Beberapa tulisan yang tidak saya update di personal site, saya masukkan ke blog ini. Tulisannya pun sangat beragam, mulai dari resensi musik, cerita pendek hingga puisi. Sedang diary saya sendiri (semacam catatan harian) malah tidak pernah ada sama sekali. Bukan berarti saya malas mengirim diary ke blog (sebagaimana fungsinya blog itu sendiri), tetapi karena memang saya tidak pernah (lagi) menulis diary.
http://rio_nisafa.blogs.friendster.com/rio_nisafas_blog_/
Tak mau kalah dengan situs2 sejenisnya, Friendster (www.friendster.com) menawarkan blog secara free kepada usernya. Hal ini tentu hal yang mengembirakan ditengah trendnya Friendster (atau FS, orang menyingkatnya). Fitur2 yang ditawarkanpun menjadi lebih komplet. Sayapun (http://www.friendster.com/rionisafa) juga mempunyai blog FS. Namun karena posting tulisannya harus login terlebih dahulu, saya pun menjadi malas untuk mengupdate. Tulisan saya di blog ini juga sangat sedikit. Padahal setiap kita mengup date blog, FS akan secara otomatis memberi tahu ke seluruh teman kita yang tergabung dalam FS.
Rock d World!
rio_nisafa