Thursday, October 26, 2006

GURU YOSEN


Meski bukan penggemar manga (komik jepang), saya selalu mengikuti serial Kung fu Boy. Sang tokoh utama, Chinmi mempunyai guru yang sangat hebat, seorang pendekar kung fu yang tiada tanding. Namanya Guru Yosen. Dalam sebuah kisahnya ia mampu mengalahkan gerombolan pengacau kota sendirian. Di pertarungan lain, ia mampu merobohkan lawan hanya dengan satu helai rambutnya. Jurus kung fu yang paling hebat yang ia wariskan ke chinmi adalah kungfu peremuk tulang, sebuah pukulan tenaga dalam yang mampu merobohkan lawan meski ia berada di balik tembok sekalipun.
Sebagai seorang ahli bela diri, Guru Yosen pun tak hanya mengajarkan tentang teknik bertarung semata. Ia juga mengajarkan kung fu pertarungan, alias kung fu sesungguhnya, dimana para pendekar menghalalkan segala cara untuk mengalahkan musuhnya. Kung fu ini berbeda dengan kungfu tanding, dimana saling pendekar hanya menyerang setelah memberi hormat.
Namun bagi saya, ilmu yang paling berkesan adalah tentang filosofi tentang jurus dan hati. Jurus adalah teknik kung fu seperti pukulan, tendangan, senjata atau pertahanan. Sedang satunya merupakan hati nurani manusia, sesuatu yang menjadi landasan dalam menjalankan perilaku. Seorang pendekar kung fu sejati harus memiliki jurus yang hebat sekaligus hati yang bersih. Tidak boleh jurus saja atau hati yang hanya dikuasai. Keduanya harus sejalan.
Jurus, kata Guru Yosen merupakan mata pedang sedang hati adalah gagang pedang itu sendiri. Mata Pedang yang tajam harus memiliki gagang yang kuat pula. Setajam apapun mata pedang jika tidak memiliki gagang, justru akan melukai pendekar yang menggunakannya. Begitu pula sebaliknya. Gagang yang kuat tak akan berarti apa-apa jika pedang itu sendiri tumpul dan berkarat. Sebuah metafor yang sangat pas.
Tak perlu jadi pendekar kung fu, sayapun sejutu dengan dengan filosofi ini.
Rock d World!
rio_nisafa

No comments: